Banjarnegara – Suasana Haflah Akhirissanah ke-125 di PP Al Fatah Parakancanggah mencapai puncak haru saat lantunan doa dipimpin oleh Kepala Madrasah MIFABARA, Nyai Durotun Nafisah, usai rangkaian Khotmil Qur’an. Ribuan pasang mata terpejam, tangan-tangan terangkat, dan isak tangis perlahan terdengar menyatu dengan setiap kalimat doa yang beliau panjatkan.(13/2)
Dengan suara yang lembut namun penuh kekuatan, Nyai Durotun Nafisah memohon agar Al-Qur’an yang telah dikhatamkan tidak hanya berhenti di lisan, tetapi benar-benar hidup di dalam hati para santri. “Ya Allah, jadikan Al-Qur’an sebagai penuntun langkah mereka, sebagai cahaya di setiap kegelapan, dan sebagai penolong di hari ketika tidak ada pertolongan selain dari-Mu,” lantunnya penuh ketulusan.
Doa tersebut seakan mengetuk relung hati para hadirin. Banyak wali santri yang tak kuasa menahan air mata, menyadari betapa besar perjuangan anak-anak mereka dalam menjaga ayat-ayat suci. Para santri pun tertunduk haru, merasakan bahwa perjalanan panjang mereka dalam menghafal dan membaca Al-Qur’an bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Dalam doanya, beliau juga memohon agar para orang tua yang setia mendampingi diberikan keberkahan dan pahala yang berlipat. “Ya Allah, berkahi langkah orang tua yang tak pernah lelah mendoakan anak-anaknya. Jadikan setiap tetes air mata dan setiap sujud mereka sebagai saksi cinta kepada-Mu,” ucapnya, membuat suasana semakin khidmat.
Salah satu wali santri mengungkapkan perasaannya seusai acara. “Doa beliau sangat menyentuh. Kami merasa diingatkan kembali bahwa mendidik anak bukan hanya tentang keberhasilan hari ini, tetapi tentang keselamatan mereka kelak di akhirat,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Haflah Akhirissanah bukan sekadar seremoni penutup tahun pembelajaran. Melalui doa yang menggetarkan itu, para hadirin diingatkan bahwa ilmu dan hafalan hanyalah titipan yang harus dijaga dengan keikhlasan. Lantunan doa Nyai Durotun Nafisah menjadi penegas bahwa setiap ayat yang dipelajari adalah amanah, dan setiap langkah menuntut ilmu adalah perjalanan menuju ridha Allah.(nas)







