Serunya Ngaji Ramadan di SMPN 1 Pagentan: Dari Hikmah Puasa Sampai Bekal Masa Depan

Banjarnegara (Humas) – Suasana di Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq, komplek SMP Negeri 1 Pagentan, tampak berbeda dari biasanya pada Selasa (10/3/2026). Ratusan siswa laki-laki berkumpul dengan rapi, namun suasana tetap terasa santai dan penuh semangat. Ternyata, mereka tengah mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan yang dikemas dengan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).

Hadir sebagai narasumber utama adalah M. Syaiful Abidin, penyuluh agama Islam dari KUA Pagentan yang dikenal akrab dengan gaya bicaranya yang kekinian. Dengan tema “Hikmah Puasa Ramadhan”, Syaiful berhasil menyulap materi keagamaan yang biasanya berat menjadi obrolan yang “masuk” di telinga para remaja.

Dalam sesi tersebut, Syaiful menekankan bahwa puasa adalah momen terbaik untuk melatih kontrol diri atau self-control. Baginya, remaja saat ini butuh pondasi mental yang kuat agar tidak mudah terbawa arus negatif.

“Adik-adik, puasa itu bukan cuma soal pindah jam makan atau nahan haus pas lagi panas-panasnya. Hikmah terbesarnya adalah melatih kita buat jadi pribadi yang disiplin dan punya empati. Kalau kalian bisa tahan godaan buat nggak makan padahal nggak ada yang lihat, artinya kalian sedang membangun integritas luar biasa sejak dini,” ujar Syaiful Abidin di depan 300 siswa yang menyimak dengan antusias.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pihak sekolah dan KUA untuk memastikan para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga matang secara spiritual dan emosional. Avit Mucholadun, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus penanggung jawab kegiatan, menyatakan kepuasannya atas antusiasme para siswa.

“Kami sengaja menggandeng penyuluh dari KUA agar anak-anak mendapatkan perspektif yang lebih luas. Melalui BRUS ini, kami berharap para siswa laki-laki di SMPN 1 Pagentan bisa memahami bahwa menjadi remaja yang keren itu adalah mereka yang taat beribadah sekaligus punya karakter yang kuat. Ramadhan adalah momentum upgrade diri yang paling pas,” ungkap Avit Mucholadun.

Program BRUS sendiri memang dirancang untuk memberikan bimbingan kepada remaja mengenai berbagai tantangan di usia sekolah, mulai dari pergaulan bebas hingga persiapan mental menuju masa dewasa. Dengan pembawaan yang santai, materi yang disampaikan diharapkan bisa menjadi bekal berharga bagi para siswa bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang cukup seru, di mana para siswa tidak sungkan melontarkan pertanyaan-pertanyaan unik khas remaja seputar praktik puasa sehari-hari. 

(msa/azd)

Skip to content