Akhir Ramadan, Tetap Kuat dalam Ujian: Bimrohis KUA Karangkobar Kuatkan Iman Pasien

Banjarnegara (Humas) — Di penghujung bulan suci Ramadan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) bagi pasien di Puskesmas Karangkobar, Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan keagamaan untuk menghadirkan ketenangan batin dan penguatan iman bagi pasien yang tengah menjalani perawatan.

Akhir Ramadan menjadi momen penuh harap dan doa. Melalui Bimrohis, penyuluh hadir membersamai pasien, menenangkan hati, serta menguatkan iman di tengah ujian sakit. Suasana hangat dan penuh empati terasa saat para penyuluh menyapa pasien satu per satu, memberikan motivasi agar tetap berprasangka baik kepada Allah dan tidak berputus asa dalam ikhtiar menuju kesembuhan.

Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Amat Zuhri, menyampaikan bahwa sakit merupakan bagian dari ujian hidup yang menyimpan hikmah besar bagi seorang hamba.

“Setiap rasa sakit yang dialami seorang muslim tidaklah sia-sia. Allah menjadikannya sebagai penghapus dosa sekaligus pengangkat derajat bagi hamba-Nya yang bersabar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam kondisi sakit sekalipun, umat Islam tetap dianjurkan menjaga ibadah sesuai kemampuan.

“Sholat tetap dapat dilaksanakan, baik dengan duduk maupun berbaring. Yang terpenting adalah menjaga hubungan dengan Allah,” tambahnya.

Senada dengan itu, Adib menuturkan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, termasuk bagi mereka yang sedang diuji dengan sakit.

“Bulan Ramadan adalah bulan penuh rahmat. Dalam kondisi apa pun, kita tetap bisa mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, dzikir, dan menjaga sholat semampunya,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Duwi Rohmah juga berkunjung ke ruang perawatan ibu hamil dan ibu nifas. Ia memberikan motivasi serta pesan keagamaan terkait pentingnya menjaga amanah kehamilan.

“Kehamilan adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dengan baik. Bagi ibu hamil yang kondisinya tidak memungkinkan untuk berpuasa, Islam memberikan keringanan untuk berbuka dan dapat menggantinya di kemudian hari,” jelasnya.

Ia juga mengajak para ibu untuk memanfaatkan momen akhir Ramadan dengan memperbanyak doa dan ibadah.

“Di penghujung Ramadan ini, mari perbanyak doa. Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi wasilah kesembuhan, setiap kesabaran menjadi penghapus dosa, dan setiap detik yang dilalui bernilai ibadah. Terlebih bagi ibu hamil, doanya sangat mustajab,” ungkapnya.

Kepada ibu nifas, Duwi Rohmah turut menyampaikan pesan agar tetap semangat dalam merawat dan menyusui buah hati, serta senantiasa mendoakan agar kelak tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah.

Selain memberikan motivasi dan penguatan spiritual, para penyuluh juga memanjatkan doa bersama bagi para pasien agar diberikan kesembuhan, keselamatan, serta kekuatan dalam menjalani ujian sakit.

Kegiatan Bimrohis ini diharapkan mampu menghadirkan ketenangan hati bagi para pasien serta menumbuhkan optimisme dalam menjalani proses kesembuhan. Di penghujung Ramadan ini, para pasien diajak untuk tetap kuat dan bersabar, seraya terus berharap kepada Allah.

Dengan senyum hangat, para penyuluh juga menyampaikan harapan sederhana namun penuh makna agar para pasien segera pulih. “InsyaAllah, semoga lekas sehat, bisa pulang, dan berkumpul bersama keluarga untuk merayakan Idul Fitri di rumah masing-masing,” ungkap salah satu penyuluh.

Semoga di akhir Ramadan ini Allah mengangkat segala penyakit, memberikan kesehatan, serta menghadirkan kebahagiaan saat hari kemenangan tiba.

(dr/azd)