Banjarnegara (Humas) — Retno Purnawati selaku Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara sekaligus pendamping mustahik produktif dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan pendampingan kepada mustahik binaan pada Kamis (16/4/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan kepada Solatun Isnain, seorang pelaku usaha kecil yang berjualan es susu, es kuwut, dan sempol keliling di Desa Mertasari, Kecamatan Purwanegara. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui program mustahik produktif yang digagas oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah.
Dalam keterangannya, Retno Purnawati menyampaikan bahwa pendampingan ini tidak hanya sebatas kunjungan, tetapi juga bertujuan untuk memastikan perkembangan usaha serta memberikan motivasi dan arahan kepada mustahik agar usahanya dapat terus berkembang.
“Pendampingan ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi tahap kedua yang nantinya akan dilaporkan kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, kami juga ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi mustahik,” jelasnya.
Solatun Isnain sendiri telah menggeluti usahanya selama kurang lebih lima tahun. Sejak mendapatkan bantuan modal usaha dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp3.000.000 (tiga juta rupiah), usahanya mengalami perkembangan yang cukup signifikan.
Awalnya, Isnain hanya berjualan di sebuah lapak sederhana di pinggir jalan dekat lapangan Desa Mertasari. Namun, seiring berjalannya waktu dan adanya dukungan modal serta pendampingan, ia mulai melakukan inovasi dalam menjalankan usahanya.
Kini, selain tetap mempertahankan lapak lama yang dikelola oleh istrinya, Isnain juga mengembangkan usahanya dengan berkeliling ke berbagai sekolah yang berada di Desa Merden. Strategi ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan omzet penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Dalam kesempatan tersebut, Isnain mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan dan perhatian yang telah diberikan.
“Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah atas bantuan modal usaha ini. Juga kepada Ibu Retno yang selama ini selalu mendampingi dan memberikan arahan. Alhamdulillah, usaha saya bisa berkembang dan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga mengaku merasa lebih semangat dalam menjalankan usaha karena adanya pendampingan yang rutin dilakukan, sehingga tidak hanya mendapatkan bantuan secara materi, tetapi juga dukungan moral dan motivasi.Program pendampingan mustahik produktif ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan, sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi para penerima manfaat serta mengubah status mereka dari mustahik menjadi muzakki di masa yang akan datang. (Rp/azd)







