Banjarnegara (Humas) – Semangat menjaga konsistensi ibadah pasca-Ramadan menjadi sorotan utama dalam kegiatan bimbingan penyuluhan yang digelar di MT Qurrota A’yun pada Selasa (14/4/2026). Bertempat di salah satu ruang kelas TK PGRI Nagasari, kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, sebagai narasumber utama.
Di hadapan 25 orang jamaah yang merupakan wali siswa TK PGRI Nagasari, Syaiful mengusung tema inspiratif bertajuk “Misi Menjaga Spirit Titik Nol”. Tema ini diambil sebagai refleksi bagi umat Muslim yang baru saja menyelesaikan ibadah puasa dan diharapkan kembali ke fitrah atau “titik nol” dengan kualitas diri yang lebih baik.
Dalam paparannya, Syaiful menekankan bahwa keberhasilan ibadah Ramadan tidak diukur dari apa yang dilakukan selama bulan suci saja, melainkan dari apa yang tersisa dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari setelahnya. Ia merangkum hal tersebut ke dalam tiga poin besar:
“Ada tiga spirit Ramadan yang harus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga misi ‘Titik Nol’ ini: pertama adalah Spirit Kebahagiaan Sejati, di mana kita menemukan ketenangan dalam ketaatan. Kedua, Spirit Merombak Kebiasaan, yakni keberanian untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan rutinitas yang positif. Ketiga, Spirit Menahan Diri (Self-Control), agar kita tetap mampu mengendalikan hawa nafsu meski tidak lagi sedang berpuasa,” urai Syaiful dengan lugas.
Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak sekolah dan majelis taklim. Winarsih, selaku Ketua MT Qurrota A’yun yang juga menjabat sebagai Kepala TK PGRI Nagasari, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan. Menurutnya, siraman rohani seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas spiritual para orang tua siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dari Bapak Syaiful. Kegiatan ini bukan sekadar pengajian rutin, tapi merupakan wadah bagi para wali siswa untuk saling menguatkan dalam mendidik anak-anak dengan landasan agama yang kuat. Semoga spirit ‘Titik Nol’ ini benar-benar bisa kami terapkan dalam lingkungan keluarga,” ujar Winarsih.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif dan doa bersama. Melalui bimbingan ini, diharapkan para jamaah tidak kehilangan momentum spiritual yang telah dibangun selama sebulan penuh, sehingga nilai-nilai kebaikan tetap lestari dalam kehidupan bermasyarakat di wilayah Pagentan dan sekitarnya.
(msa/azd)







