Banjarnegara — MI Miftahul Mubtadi’in (MIMUB) kembali menggelar kegiatan rutin pembiasaan keagamaan berupa pembacaan Yasin dan tahlil pada Jum’at ketiga (17/04/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di halaman depan madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, serta dewan guru dan karyawan.
Berbeda dari pelaksanaan biasanya, kegiatan kali ini melibatkan siswa kelas 1 dan 2 yang sebelumnya belum secara penuh diikutsertakan. Jika pada agenda sebelumnya siswa kelas 3 hingga 6 lebih difokuskan pada kegiatan ziarah kubur, maka pada kesempatan ini seluruh siswa diarahkan untuk mengikuti pembacaan Yasin dan tahlil bersama sebagai bentuk latihan dan pembiasaan sejak dini.
Kegiatan dipimpin oleh Rakhmat Mubasir yang memandu jalannya pembacaan dengan khidmat. Ratusan peserta tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa tahlil menggema di lingkungan madrasah, menciptakan suasana religius yang menenangkan.
Kepala madrasah menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai rutinitas keagamaan, tetapi juga memiliki landasan ilmiah dalam pembentukan karakter siswa. Secara pedagogis, pembiasaan (habit formation) merupakan salah satu metode efektif dalam pendidikan karakter. Melalui pengulangan kegiatan positif seperti Yasin dan tahlil, siswa dilatih untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, serta rasa kebersamaan.
Selain itu, dari sudut pandang psikologi perkembangan, pengenalan aktivitas keagamaan sejak usia dini dapat memperkuat aspek moral dan emosional anak. Kegiatan ini membantu siswa dalam mengembangkan empati, ketenangan batin, serta kemampuan mengelola diri. Nilai-nilai tersebut penting dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat.
Rakhmat Mubasir juga menambahkan bahwa pelibatan siswa kelas bawah merupakan langkah strategis agar mereka terbiasa dan tidak merasa asing dengan tradisi keagamaan di lingkungan madrasah. “Dengan latihan sejak kelas 1 dan 2, diharapkan ketika mereka naik ke jenjang berikutnya sudah lebih siap dan percaya diri,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, MI Miftahul Mubtadi’in berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai keislaman secara konsisten kepada seluruh siswa. Pembiasaan Yasin dan tahlil diharapkan menjadi bekal spiritual yang melekat hingga mereka dewasa, sekaligus memperkuat identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam pembinaan karakter religius. (Rs)







