Banjarnegara (Humas) – Di tengah suasana khidmat Dusun Midari, Desa Plumbungan, Kecamatan Pagentan, Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin, hadir di tengah masyarakat untuk menjalankan tugas dakwahnya. Beliau bertindak sebagai khatib sekaligus imam dalam pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al Huda pada Jumat siang (17/4/2026).
Ibadah yang diikuti oleh sekitar 40 orang jamaah setempat ini berlangsung dengan khusyuk. Dalam kesempatan tersebut, Syaiful membawakan khotbah yang sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini, yakni bertajuk “Pentingnya Memahami Isi Al-Qur’an Sebagai Petunjuk Hidup.”
Dalam uraiannya di atas mimbar, Syaiful menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci untuk dibaca dan diperlombakan keindahan lantunannya, melainkan sebuah kompas atau manual bagi setiap langkah manusia. Beliau mengajak jamaah untuk mulai meluangkan waktu mempelajari tafsir dan makna di balik setiap ayat agar ajaran Islam dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Membaca Al-Qur’an mendatangkan pahala, namun memahami isinya adalah kunci untuk mendapatkan hidayah dan solusi atas segala persoalan hidup. Al-Qur’an diturunkan bukan hanya sebagai hiasan rak buku, melainkan sebagai pedoman yang dinamis. Jika kita abai terhadap isinya, maka kita akan kehilangan arah di tengah derasnya arus disinformasi dan godaan duniawi,” ujar M. Syaiful Abidin dalam salah satu sesi materinya.
Kehadiran penyuluh agama dari KUA Pagentan ini disambut hangat oleh para pengurus masjid dan warga Dusun Midari. Program kunjungan penyuluh ke desa-desa dinilai efektif dalam memberikan penyegaran spiritual dan mempererat silaturahmi antara birokrasi agama dengan masyarakat akar rumput.
Wahid Saefudin, selaku pengurus Takmir Masjid Al Huda, menyampaikan apresiasinya atas materi yang disampaikan. Menurutnya, pemaparan yang sederhana namun mendalam sangat dibutuhkan oleh warga Dusun Midari.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Syaiful dari KUA Pagentan yang telah berkenan hadir. Penyampaiannya sangat jelas dan menyentuh hati para jamaah. Penjelasan beliau mengenai pentingnya tadabbur Al-Qur’an menjadi pengingat penting bagi kami semua agar tidak sekadar hafal, tapi juga paham apa yang diinginkan Allah dalam setiap firman-Nya. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut secara rutin di dusun kami,” ungkap Wahid Saefudin.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah singkat antara penyuluh dengan tokoh masyarakat setempat. Diharapkan dengan adanya kegiatan rutin ini, kualitas pemahaman agama masyarakat di wilayah Pagentan, khususnya di Desa Plumbungan, semakin meningkat dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.
(msa/azd)







