Banjarnegara (Humas) — Komitmen dalam memberdayakan ekonomi umat terus ditunjukkan oleh Retno Purnawati, Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara. Pada Sabtu (18/4/2026), ia melaksanakan kegiatan pendampingan mustahik produktif kepada Sukin, seorang peternak sekaligus penjual kambing di Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memastikan dana zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Provinsi Jawa Tengah benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik. Dalam pendampingan tersebut, Retno memberikan arahan terkait pemanfaatan dana zakat secara tepat guna, strategi pengembangan usaha, serta pentingnya pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
Tidak hanya itu, kegiatan pendampingan juga disertai dengan pengambilan video dokumentasi yang akan digunakan sebagai bahan monitoring dan evaluasi oleh pihak BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Perkembangan usaha Sukin menjadi bukti nyata keberhasilan program ini. Sebelum menerima bantuan, ia hanya memiliki 4 ekor kambing. Namun berkat ketekunan dan pendampingan yang intensif, kini jumlah ternaknya telah berkembang menjadi 12 ekor.
Menariknya, Sukin juga dikenal sebagai mustahik yang inovatif dalam mengembangkan usahanya. Di tengah kondisi harga jual kambing hidup yang mengalami penurunan drastis, ia tidak tinggal diam. Sukin justru mencari solusi kreatif dengan menerapkan sistem penjualan daging kambing melalui metode pre-order.
“Saya biasanya menawarkan dulu ke pelanggan sebelum menyembelih kambing. Kalau sudah ada pesanan, baru saya potong,” ujarnya.
Dalam satu kali penjualan, satu ekor kambing dapat dipesan oleh sekitar 10 orang pelanggan. Setiap orang membeli dengan harga Rp100.000, sehingga total pendapatan dari satu ekor kambing bisa mencapai Rp1.000.000. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan jika kambing dijual dalam kondisi hidup, yang saat ini hanya dihargai sekitar Rp500.000 per ekor akibat anjloknya harga pasar.
Inovasi yang dilakukan Sukin tersebut menjadi inspirasi bagi para mustahik lainnya untuk terus beradaptasi dan kreatif dalam menghadapi tantangan ekonomi. Pendampingan yang dilakukan oleh Retno Purnawati pun diharapkan dapat terus mendorong lahirnya pelaku usaha mandiri dari kalangan mustahik.
Dengan sinergi antara penyuluh agama, lembaga zakat, dan masyarakat, diharapkan program pemberdayaan ekonomi umat ini mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan, dari mustahik menjadi muzakki di masa depan.
(rp/azd)







