Banjarnegara (Humas) — Suasana khidmat dan penuh kehangatan terasa di Aula Majelis Taklim An Nur Desa Linggasari pada Senin (20/4/2026). Kegiatan keagamaan yang dihadiri para jamaah ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, yakni Saudara Arif Kholdun, Khasan, dan Tugiran, dengan mengusung tema “Akhlak dan Adab terhadap Rasulullah”.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, dilanjutkan penyampaian materi yang mengajak jamaah untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak mulia Rasulullah saw dalam kehidupan sehari-hari. Para jamaah tampak antusias menyimak materi yang disampaikan dengan pendekatan sederhana namun menyentuh hati.
Dalam pemaparannya, Arif Kholdun menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah sebagai teladan utama dalam bersikap dan berperilaku.
“Cinta kepada Rasulullah bukan hanya di lisan, tetapi harus diwujudkan dalam akhlak kita sehari-hari. Meneladani beliau berarti menghadirkan kelembutan, kejujuran, dan kasih sayang dalam setiap interaksi,” ungkapnya.
Sementara itu, Khasan mengingatkan bahwa adab kepada Rasulullah juga tercermin dalam bagaimana umat Islam menjaga ajaran dan sunnahnya.
“Menghormati Rasulullah dapat kita wujudkan dengan menjaga sunnah beliau, memperbanyak shalawat, serta menjauhi hal-hal yang bertentangan dengan ajarannya,” tuturnya dengan penuh penekanan.
Melengkapi materi, Tugiran mengajak jamaah untuk menginternalisasi nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Akhlak Rasulullah adalah solusi bagi berbagai persoalan umat. Jika kita mampu meneladani kesabaran dan keikhlasan beliau, maka kehidupan akan terasa lebih damai dan penuh keberkahan,” jelasnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Interaksi hangat antara penyuluh dan jamaah mencerminkan semangat kebersamaan dalam menuntut ilmu agama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah Majelis Taklim An Nur semakin termotivasi untuk mengamalkan nilai-nilai akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah.
Kementerian Agama terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang mencerahkan, memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, serta membangun umat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia demi terwujudnya kehidupan bangsa yang rukun dan damai.
(NN/azd)







