“Level Terakhir: Ketika Game Jadi Jerat” Film Edukasi BRUS Karya Kolaborasi Penyuluh Agama Siap Tayang

Banjarnegara (Humas) — Upaya pencegahan dampak negatif judi online terus digencarkan oleh para penyuluh agama. Kali ini, Penyuluh Agama Islam Mandiraja berkolaborasi dengan Penyuluh Agama Islam Kalibening dan Pandanarum memproduksi film edukatif bertajuk “Level Terakhir” dalam program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah). (21/4/2026)

Film ini mengangkat kisah nyata yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Diceritakan sosok Pak Darto, seorang kepala keluarga sederhana yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika anaknya, Riko, terjerumus dalam jerat judi online yang berawal dari permainan game. Niat awal hanya untuk hiburan dan harapan membantu ekonomi keluarga, justru berubah menjadi kecanduan yang mendorong Riko nekat mencuri uang dagangan ibunya.

Film “Level Terakhir” tidak hanya menyajikan drama keluarga yang menyentuh, tetapi juga menjadi media dakwah dan edukasi tentang bahaya laten judi online yang kini menyasar generasi muda melalui game digital.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektoral, melibatkan SMA Muhammadiyah Kalibening, Pemerintah Desa Kalibening, serta KUA Kalibening, Pandanarum, dan Mandiraja. Proses produksi juga melibatkan para pelajar sebagai bentuk edukasi langsung dan penguatan karakter generasi muda.

Sarwono, Penyuluh Agama Islam Kalibening yang turut berperan sebagai tokoh orang tua dalam film ini, menyampaikan:

“Film ini menjadi cermin bagi kita semua. Saya berharap masyarakat, khususnya para orang tua, lebih waspada terhadap perkembangan teknologi yang bisa membawa dampak buruk jika tidak diawasi dengan baik” ucapnya.

Kepala Desa Kalibening juga mengapresiasi kolaborasi ini,

“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang sangat penting bagi masyarakat desa kami” ujarnya.

Salah satu pelajar dari SMA Muhammadiyah Kalibening yang terlibat dalam produksi film mengungkapkan,

“Kami jadi lebih paham bahwa game online bisa berbahaya kalau tidak dikontrol. Semoga teman-teman seusia kami bisa mengambil pelajaran dari film ini” pungkasnya.

Rencananya, film “Level Terakhir” akan mulai ditayangkan pada minggu depan dan diharapkan mampu menjadi media penyadaran yang efektif bagi masyarakat luas, khususnya dalam membentengi generasi muda dari bahaya judi online. Dari dakwah ke layar, untuk menyelamatkan generasi. 

(m/azd)

Skip to content