Banjarnegara (Humas) – Di sudut gang Desa Beji, sebuah warung sederhana milik Krisdiana Lestari perlahan menunjukkan perubahan. Tidak lagi sekadar tempat membeli jajanan anak-anak, kini warung tersebut berkembang menjadi pusat kebutuhan harian warga sekitar. Perubahan ini tak lepas dari bantuan modal usaha yang ia terima dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. (21/4/2026)
Perempuan yang akrab disapa Dian itu mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan, terlebih saat usahanya mendapat kunjungan monitoring dan evaluasi dari Penyuluh Agama Islam Pandanarum yaitu Efatun Vaizah. Kunjungan tersebut menjadi momen penting untuk melihat langsung perkembangan usaha yang ia jalankan.
Berada di lokasi strategis, dekat tempat mengaji dan di pinggir jalan gang, warung Dian memang memiliki potensi yang baik. Anak-anak yang pulang mengaji sering mampir untuk membeli jajanan, sementara warga sekitar memanfaatkan warung tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejak mendapatkan bantuan modal, Dian mulai melakukan berbagai perubahan. Ia menambah stok sembako, memperbanyak variasi jajanan anak, hingga mulai merambah layanan yang lebih modern seperti penjualan pulsa dan isi ulang listrik.
“Alhamdulillah setelah mendapat bantuan, saya bisa menambah barang dagangan dan sekarang juga bisa melayani pulsa serta listrik. Jadi warung saya lebih ramai dan lebih bermanfaat untuk warga sekitar,” ungkap Dian dengan penuh semangat.
Menurutnya, tambahan layanan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuat usahanya lebih dikenal dan dibutuhkan oleh masyarakat. Warung kecil yang dahulu sederhana kini perlahan menjadi tempat yang lebih lengkap dan fungsional.
Kehadiran Efatun dalam kegiatan monitoring ini pun memberikan motivasi tersendiri. Tidak hanya melihat perkembangan usaha, tetapi juga memberikan dorongan agar para pelaku usaha kecil terus bersemangat dalam mengembangkan usahanya.
“Monitoring ini penting untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar memberikan dampak. Kami melihat usaha Bu Dian berkembang cukup baik, bahkan sudah berani menambah layanan baru. Ini menunjukkan bahwa bantuan dimanfaatkan dengan optimal,” ujar Efatun.
Kini, warung kecil di gang Desa Beji itu tidak lagi sekadar tempat jajan, tetapi telah menjadi simbol bagaimana bantuan yang tepat, dipadukan dengan kerja keras dan semangat, mampu mengubah usaha sederhana menjadi lebih berkembang.
(ev/azd)







