Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka memperluas wawasan dunia kerja dan edukasi pranikah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bawang menerima kunjungan edukatif dari sejumlah siswa SMK Negeri 2 Bawang. Kunjungan ini diterima langsung oleh tokoh agama sekaligus praktisi hukum Islam, Syeh Nofal Purnama. (4/5/2026)
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa tugas KUA tidak sekadar mencatat pernikahan, tetapi memiliki peran vital dalam konstruksi sosial masyarakat.
Dalam sesi pemaparan materi, Syeh Nofal Purnama sebagai narasumber utama. Beliau mengupas tuntas seluk-beluk profesi penghulu yang selama ini sering disalahpahami oleh masyarakat awam sebagai pekerjaan administratif semata.
Syeh Nofal Purnama menekankan bahwa profesi penghulu adalah panggilan pengabdian yang memadukan peran sebagai pejabat negara sekaligus pembimbing spiritual bagi umat.
“Profesi penghulu bukan hanya soal legalitas dokumen di atas kertas. Lebih dari itu, penghulu adalah penjaga gawang ketahanan keluarga. Kami bertugas memastikan bahwa pondasi awal sebuah rumah tangga dibangun di atas pemahaman hukum yang benar dan kesiapan mental yang matang,” ujar Syeh Nofal di hadapan para siswa.
Beliau juga menjelaskan bahwa seorang penghulu harus menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari hukum fiqih munakahat, regulasi negara, hingga teknik mediasi dan konseling. Profesi ini menuntut integritas tinggi karena berhadapan langsung dengan momen-momen krusial dalam hidup seseorang.
“Menjadi penghulu berarti menjadi saksi sejarah sekaligus pelayan masyarakat. Ada nilai ibadah yang sangat besar di dalamnya ketika kita berhasil mengedukasi pasangan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” tambahnya.
Pihak SMK Negeri 2 Bawang menyambut baik keterbukaan KUA Bawang dalam berbagi ilmu. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka mata para siswa mengenai keragaman profesi di instansi pemerintahan, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab sejak dini.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif di mana para siswa antusias menanyakan prosedur administrasi hingga pengalaman unik Syeh Nofal selama bertugas di lapangan. Melalui kegiatan ini, profesi penghulu kini tak lagi terlihat “asing” di mata para pelajar, melainkan sebuah profesi mulia yang penuh dedikasi.
(FA/azd)







