Banjarnegara (Humas) – Senin, (11/5/26) semangat menghadirkan ruang pembinaan keagamaan yang ramah bagi kelompok rentan kembali digaungkan di KUA Mandiraja. Sejumlah perwakilan komunitas disabilitas Kabupaten Banjarnegara datang ke KUA Mandiraja untuk melakukan konsultasi dan silaturahmi terkait rencana pembentukan kelompok binaan baru bagi penyandang disabilitas di wilayah Mandiraja.
Selama ini, kegiatan pembinaan dan pendampingan bagi komunitas disabilitas masih terpusat di Masjid Asshiddiq Pucang. Namun, melihat antusiasme dan kebutuhan masyarakat disabilitas yang semakin berkembang, muncul gagasan untuk membentuk kelompok binaan baru yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh para anggota di wilayah Mandiraja dan sekitarnya.
Rencananya, kegiatan pembinaan tersebut akan dihandle oleh kelompok “Bengkel Hati” KUA Mandiraja yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan pendampingan masyarakat.
Koordinator Kelompok Disabilitas Banjarnegara, Watini, menyampaikan harapannya agar program ini dapat menjadi wadah yang nyaman dan membangun semangat bagi para penyandang disabilitas.
“Kami sangat bersyukur mendapat sambutan hangat dari KUA Mandiraja. Harapan kami, nantinya ada kelompok binaan baru yang bisa menjadi tempat belajar, berbagi semangat, dan memperkuat kepercayaan diri teman-teman disabilitas,” ungkap Watini.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, Hendriyanto, menegaskan bahwa KUA terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kehadiran kelompok disabilitas ini menjadi pengingat bahwa dakwah dan pembinaan harus bersifat inklusif. Melalui Bengkel Hati, kami ingin menghadirkan ruang yang ramah, hangat, dan memberdayakan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” jelas Hendriyanto.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Selain membahas rencana pembentukan kelompok binaan, diskusi juga menyinggung berbagai program yang dapat dikembangkan ke depan, mulai dari pembinaan mental spiritual, pelatihan keterampilan, hingga penguatan jejaring sosial bagi kelompok rentan.
Diharapkan, langkah ini menjadi awal lahirnya komunitas binaan yang lebih inklusif, mandiri, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.







