Jangan Tinggalkan Generasi Lemah, Penyuluh Agama KUA Rakit Ajak KPM PKH Bandingan Cegah Stunting

Banjarnegara (Humas) – Upaya pencegahan stunting terus digencarkan Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit melalui jalur keagamaan. Endah Widyawati,  Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, menggelar Penyuluhan pada Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) Kelompok 2 Desa Bandingan, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di rumah Kasminto ini dihadiri 18 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Turut mendampingi, Pendamping PKH Desa Bandingan, Atikah. Sinergi antara penyuluh agama dan pendamping PKH ini menjadi kunci agar pesan pencegahan stunting dapat diterima dengan baik oleh para ibu.

Mengangkat tema “Melindungi Generasi Bangsa dari Stunting dan Pesan Mulia Al-Qur’an Surah An-Nisa Ayat 9”, Endah mengawali materi dengan membacakan surah An-Nisa ayat 9 yang artinya “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka.”

Allah memperingatkan kita agar jangan meninggalkan generasi yang lemah. Lemah di sini bukan hanya lemah iman atau harta, tapi juga lemah fisik dan akal akibat kurang gizi yang kita kenal dengan stunting. Maka mencegah stunting adalah wujud nyata kita menjalankan perintah Al-Qur’an,” tegas Endah.

Lebih lanjut, Endah memaparkan langkah praktis mencegah stunting berbasis keluarga. Pertama pemenuhan gizi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu ibu hamil hingga anak usia 2 tahun. Ibu hamil wajib makan makanan bergizi, minum tablet tambah darah, dan rutin periksa ke posyandu. Kedua, pentingnya ASI eksklusif selama 6 bulan dan MPASI.

Pendamping PKH Desa Bandingan, Atikah, menambahkan bahwa data stunting harus diturunkan bersama-sama. Ia mengajak KPM untuk aktif ke Posyandu tiap bulan, menimbang dan mengukur tinggi badan anak, serta memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayur dan beternak ayam. “Bantuan PKH boleh untuk  membeli gizi anak. Itu sudah sesuai dengan tujuan program. Jangan sampai anak kita stunting karena kita lalai,” ujar Atikah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen KPM PKH Kelompok 2 Bandingan untuk menjadi orang tua yang peduli gizi anak. Kolaborasi Penyuluh Agama KUA Rakit dan Pendamping PKH ini diharapkan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat jasmani dan rohani beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. 

(n/e/azd)

Skip to content