Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Darul Hikmah Slepa, Desa Karangkemiri, Kecamatan Wanadadi, pada Senin (11/5/2026). Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, yakni Arif Kholdun, Khasan, dan Tugiran tersebut mengangkat materi tentang tanda-tanda orang yang rajin beribadah dan ciri-ciri orang saleh sebagaimana termaktub dalam nasihat para ulama.
Dalam penyampaiannya, para penyuluh mengajak jamaah untuk tidak hanya fokus pada banyaknya ibadah, namun juga memperhatikan kualitas hati, akhlak, dan hubungan sosial kepada sesama manusia.
Materi yang disampaikan menekankan bahwa orang yang benar-benar beribadah memiliki sikap introspeksi tinggi, selalu mengoreksi diri, serta memperpanjang ketaatan di hadapan Allah. Sementara orang saleh ditandai dengan upaya memperbaiki hubungan dengan Allah melalui amal saleh, memperbaiki agamanya, serta memiliki rasa ridha dan empati kepada orang lain sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Penyuluh Agama Islam Arif Kholdun dalam tausiyahnya menegaskan bahwa ibadah sejati harus mampu melahirkan akhlak mulia dan kesadaran untuk terus memperbaiki diri.
“Jangan sampai kita merasa sudah cukup hanya karena rajin beribadah. Orang yang dekat dengan Allah justru semakin banyak muhasabah dan semakin takut menyakiti orang lain,” ujar Arif Kholdun.
Sementara itu, Khasan mengingatkan jamaah bahwa amal saleh bukan hanya urusan ritual, tetapi juga bagaimana menjaga hubungan baik dengan sesama.
“Kesalehan itu terlihat dari perilaku sehari-hari. Ketika seseorang mudah memaafkan, peduli kepada sesama, dan senang melihat orang lain bahagia, di situlah tanda kesalehan mulai tumbuh,” tutur Khasan di hadapan jamaah.
Senada dengan itu, Tugiran mengajak jamaah untuk menjadikan majelis taklim sebagai sarana memperbaiki hati dan memperkuat keimanan di tengah tantangan kehidupan saat ini.
“Majelis seperti ini bukan sekadar tempat mendengar ceramah, tetapi tempat membersihkan hati, memperkuat iman, dan menghidupkan semangat istiqamah dalam beribadah,” ungkap Tugiran.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Jamaah mengikuti penyampaian materi dengan serius dan sesekali menganggukkan kepala ketika para penyuluh menyampaikan nasihat tentang pentingnya muhasabah diri dan menjaga hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, KUA Wanadadi berharap majelis taklim terus menjadi pusat pembinaan umat yang mampu menanamkan nilai-nilai keislaman yang menyejukkan, membangun akhlak mulia, serta memperkuat kehidupan beragama di tengah masyarakat.
(NN/azd)







