Banjarnegara (Humas) – Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan dalam ikatan legalitas hukum, melainkan sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan ilmu, kesiapan mental, dan spiritual. Menyadari krusialnya hal tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan kembali menggelar program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi para calon pengantin (catin) pada Selasa (19/5/2026).
Suasana khidmat sekaligus hangat menyelimuti Bale Nikah KUA Pagentan pagi itu. Sebanyak tiga pasangan calon pengantin dengan saksama mengikuti pembekalan intensif yang mengusung tema sangat memikat: “Menjadi Keluarga Romantis”. Tema ini sengaja diangkat untuk memberikan resep konkret bagaimana menjaga api cinta tetap menyala di tengah dinamika bahtera rumah tangga.
Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, Sutrisno, membedah esensi romantis dari sudut pandang Islam. Menurutnya, romantisme dalam Islam bukan sekadar materi atau kata-kata manis tanpa makna, melainkan manifestasi dari akhlak mulia dan keteladanan Rasulullah saw.
“Romantis itu adalah ketika suami istri saling memahami hak dan kewajibannya dengan penuh kasih sayang. Romantis yang hakiki itu dibangun di atas pilar mawaddah warahmah, di mana komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan keterbukaan menjadi fondasi utamanya. Kita ingin pasangan-pasangan muda ini tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga matang secara psikologis dan spiritual,” ujar Sutrisno di sela-sela pemaparan materinya.
Sutrisno juga menekankan pentingnya manajemen konflik. Ia mengingatkan para catin bahwa riak-riak kecil dalam rumah tangga adalah hal yang lumrah, namun cara menyikapinyalah yang akan menentukan kokohnya sebuah keluarga.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pemerintah desa setempat. Siyo Hidayat, selaku Perangkat Desa yang turut hadir mendampingi warganya yang menjadi peserta Bimwin, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah preventif yang sangat luar biasa dalam menekan angka perceraian di tingkat desa.
“Kami dari pihak pemerintah desa sangat berterima kasih kepada KUA Pagentan, khususnya Pak Sutrisno. Bimbingan seperti ini sangat penting agar anak-anak kami yang mau menikah tidak modal nekat saja. Dengan bekal ilmu ‘Keluarga Romantis’ ini, kami berharap mereka bisa membangun keluarga yang harmonis, rukun, dan menjadi teladan di lingkungan masyarakat nantinya,” tutur Siyo Hidayat penuh harap.
Melalui bimbingan yang interaktif dan dialogis ini, ketiga pasangan catin tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diajak melakukan simulasi penyelesaian masalah rumah tangga. KUA Pagentan berkomitmen untuk terus mengawal dan memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya keluarga-keluarga yang kokoh, tangguh, dan sakinah di wilayah Kecamatan Pagentan.
(3S/azd)







