Sentuh Hati Puluhan Jamaah, Penyuluh KUA Pagentan Kupas Esensi Hari Tasyrik di SMK Negeri 1 Pagentan

Banjarnegara (Humas) – Menyambut momentum ibadah kurban yang baru saja berlalu, Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, bertindak sebagai khatib sekaligus imam dalam pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Ulul Albab, komplek SMK Negeri 1 Pagentan, Desa Metawana, Jumat (29/5/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh 74 orang jamaah yang terdiri dari para guru, staf karyawan, serta siswa sekolah setempat.

Dalam khotbahnya yang mengusung tema “Menghadirkan Spirit Hari Tasyrik”, M. Syaiful Abidin mengajak seluruh jamaah untuk meneladani esensi pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ia menekankan bahwa hari Tasyrik bukan sekadar waktu untuk makan dan minum, melainkan momentum emas untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak zikir, dan memperkuat kepedulian sosial melalui ibadah kurban.

“Hari Tasyrik adalah hari-hari zikir dan bersyukur. Spirit yang harus kita hadirkan adalah bagaimana kita mampu ‘menyembelih’ sifat-sifat egois, sombong, dan kikir dalam diri kita, lalu menggantinya dengan semangat berbagi kepada sesama. Di lingkungan sekolah, spirit ini bisa diwujudkan dengan saling mendukung dalam kebaikan dan menjaga keharmonisan,” ujar Syaiful dalam petikan khotbahnya.

Pelaksanaan shalat Jumat berlangsung dengan khidmat dan tertib. Kehadiran penyuluh agama di tengah-tengah institusi pendidikan ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah yang berharap sinergi keagamaan seperti ini dapat terus berlanjut demi membentengi moral generasi muda.

Indra Kurniawan, selaku pengurus Takmir Masjid Ulul Albab sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 1 Pagentan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bimbingan dan pencerahan yang diberikan oleh penyuluh dari KUA Pagentan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Ustadz Syaiful. Materi khotbah yang disampaikan sangat relevan untuk membangun karakter dan mental spiritual anak-anak didik kami, terutama dalam menumbuhkan empati sosial menjelang Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik nanti. Kami berharap kerja sama dengan KUA Pagentan ini bisa terus berjalan rutin,” ungkap Indra Kurniawan setelah ibadah shalat Jumat selesai.

Dengan adanya kegiatan safari khotbah seperti ini, KUA Pagentan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan peran penyuluh agama dalam memberikan edukasi keagamaan yang moderat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan formal. 

(msa/azd)

Skip to content