Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Susmiyati, memberikan penyuluhan di Majelis Taklim Nasyiatul Aisyiyah Desa Sikumpul pada Kamis (4/6). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jamaah dengan penuh antusias untuk menambah wawasan keagamaan dan memperkuat pembinaan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Susmiyati menyampaikan materi bertema “Menjaga Hati Agar Tidak Sombong”. Tema ini dipilih sebagai pengingat bahwa kesombongan merupakan salah satu penyakit hati yang dapat mengurangi nilai ibadah dan merusak hubungan seseorang dengan Allah maupun sesama manusia.
Dalam pemaparannya, Susmiyati menjelaskan bahwa sifat sombong tidak selalu tampak dalam bentuk perilaku besar. Terkadang kesombongan muncul dalam bentuk merasa diri lebih baik, lebih pintar, lebih kaya, atau lebih mulia dibandingkan orang lain. Padahal, semua kelebihan yang dimiliki manusia sejatinya merupakan titipan dari Allah SWT yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali.
“Seseorang bisa rajin beribadah, aktif dalam kegiatan sosial, bahkan memiliki banyak kelebihan. Namun apabila di dalam hatinya tumbuh kesombongan, maka nilai kebaikan itu bisa berkurang. Karena itu, menjaga hati agar tetap rendah hati merupakan tugas yang harus dilakukan setiap hari,” ujar Susmiyati di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah saw yang meskipun memiliki kedudukan mulia, tetap bersikap tawadhu, menghormati orang lain, dan tidak pernah merendahkan siapa pun. Menurutnya, sikap rendah hati akan melahirkan ketenangan, mempererat persaudaraan, serta memudahkan seseorang menerima nasihat dan kebenaran.
Pengajian berlangsung hangat dan interaktif. Jamaah tampak menyimak materi dengan penuh perhatian serta aktif mengikuti diskusi mengenai cara menjaga hati di tengah berbagai pencapaian dan keberhasilan dalam kehidupan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah Majelis Taklim Nasyiatul Aisyiyah Desa Sikumpul semakin termotivasi untuk memperbaiki akhlak, menjaga kebersihan hati, dan menumbuhkan sikap tawadhu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
(wha/azd)







