Banjarnegara (Humas) – Semangat dakwah dan pembinaan keagamaan terus ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Imam Sarifudin. Pada Rabu (4/6/2026), Imam melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada para santri di Madin Muhammadiyah Desa Karanganyar.
Kegiatan yang berlangsung di gedung Madin Muhammadiyah tersebut diikuti oleh enam orang santri. Meskipun jumlah peserta tidak banyak, suasana pembelajaran tetap berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat. Para santri tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan hingga kegiatan berakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Sarifudin menyampaikan materi tentang pentingnya berdoa setelah melaksanakan salat. Ia mengingatkan para santri agar tidak terburu-buru meninggalkan tempat salat setelah salam, melainkan menyempatkan diri untuk berzikir dan berdoa kepada Allah Swt.
“Setelah salat jangan langsung lari dan pergi. Sempatkanlah untuk berdoa karena itu merupakan salah satu waktu yang baik untuk memohon kepada Allah Swt,” pesan Imam di hadapan para santri.
Menurutnya, kebiasaan berdoa setelah salat perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari karakter dan kebiasaan sehari-hari. Doa merupakan bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah sekaligus sarana untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Selain menjelaskan pentingnya doa, Imam juga mengajak para santri untuk memahami bahwa setiap ibadah tidak hanya sekadar gerakan dan bacaan, tetapi juga harus diiringi dengan kesungguhan hati. Dengan berdoa setelah salat, seorang muslim menunjukkan rasa syukur, harapan, dan ketergantungan kepada Allah Swt.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan. Para santri diberi kesempatan untuk bertanya dan mempraktikkan beberapa doa yang biasa dibaca setelah salat. Metode tersebut membuat anak-anak lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Imam Sarifudin mengaku senang meskipun peserta yang hadir hanya enam orang. Baginya, jumlah peserta bukanlah penghalang untuk terus menyebarkan ilmu dan memberikan pembinaan keagamaan kepada generasi muda.
“Sedikit atau banyak peserta, tugas pembinaan tetap harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Yang terpenting adalah ilmu yang disampaikan dapat dipahami dan diamalkan oleh para santri,” ujarnya.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, diharapkan para santri Madin Muhammadiyah Desa Karanganyar semakin terbiasa menjaga adab setelah salat, memperbanyak doa, serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki pemahaman agama yang baik dan berakhlak mulia.
(rp/azd)







