Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus berkomitmen dalam memberikan edukasi dan bimbingan keagamaan secara konsisten kepada masyarakat. Pada Kamis (4/6/2026), Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, Sutrisno, melaksanakan kegiatan bimbingan penyuluhan tatap muka di Majelis Taklim (MT) Al-Amiin, Desa Pagentan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di masjid Al-Amiin dihadiri oleh 45 orang jemaah yang didominasi oleh ibu-ibu majelis taklim setempat. Pada kesempatan kali ini, Sutrisno mengangkat tema yang sangat krusial dalam kehidupan seorang muslim, yaitu menyelaraskan antara hubungan dengan Allah (Hablum Minallah) dan hubungan antar-sesama manusia (Hablum Minannas).
Dalam penyuluhannya, Sutrisno menekankan bahwa kesalehan seorang muslim tidak boleh timpang. Menjadi sosok yang rajin beribadah di masjid saja belum cukup jika tidak diiringi dengan akhlak yang baik kepada tetangga dan lingkungan sekitar.
“Islam adalah agama yang kaffah dan indah. Kita tidak bisa hanya mengejar pahala salat dan zikir saja (hablum minallah), lalu abai atau bahkan menyakiti hati sesama manusia (hablum minannas). Keduanya harus berjalan seiring sejalan. Kesalehan ritual harus melahirkan kesalehan sosial,” ujar Sutrisno di hadapan puluhan jemaah yang menyimak dengan antusias.
Sutrisno juga menambahkan bahwa menjaga keharmonisan di lingkungan keluarga dan masyarakat desa merupakan cerminan dari iman yang sesungguhnya. Menurutnya, kerukunan warga Desa Pagentan yang selama ini sudah terjaga dengan baik harus terus dirawat melalui komunikasi yang santun dan sikap saling tolong-menolong.
Kehadiran penyuluh agama dari KUA Pagentan ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari pengurus maupun anggota majelis taklim. Ketua Majelis Taklim Al-Amiin, Hj. Isyati, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bimbingan berkala yang diberikan oleh KUA.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Sutrisno yang selalu setia mendampingi dan memberikan ilmu kepada jemaah kami. Materi hari ini benar-benar menjadi pengingat yang sejuk bagi kami semua agar tidak hanya sibuk beribadah, tetapi juga terus berusaha menjaga lisan dan sikap kepada tetangga,” ungkap Hj. Isyati.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, KUA Pagentan berharap pemahaman keagamaan masyarakat semakin meningkat, sehingga mampu menciptakan tatanan kehidupan warga Desa Pagentan yang tidak hanya religius, namun juga harmonis, damai, dan penuh toleransi.
(3S/azd)







