Tingkatkan Kesejahteraan Lahir Batin, Penyuluh KUA Pagentan Berikan Penyuluhan Agama di Pertemuan PKH Desa Aribaya

Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka membangun ketahanan keluarga yang harmonis dan mandiri, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus menggencarkan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Pada Jumat (5/6), Alfiana Nurhidayah, selaku Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, hadir memberikan penyuluhan agama yang humanis dan mencerahkan bagi kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Aribaya.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga selesai ini berlangsung di salah satu rumah ketua kelompok PKH Desa Aribaya. Acara ini turut dihadiri dan didampingi langsung oleh Pendamping Sosial PKH Desa Aribaya, Noviatun Salamah, serta diikuti oleh puluhan Ibu-ibu anggota KPM dengan penuh antusias.

Dalam penyuluhan yang mengusung tema “Merajut Syukur dan Ikhtiar: Mewujudkan Keluarga Sakinah yang Mandiri Secara Ekonomi dan Spiritual,” Alfiana Nurhidayah menyampaikan betapa pentingnya menyelaraskan antara kesehatan mental-spiritual dengan upaya perbaikan ekonomi keluarga. Menurutnya, bantuan sosial seperti PKH harus dipandang sebagai jembatan stimulus yang wajib dibersamai dengan rasa syukur dan kerja keras agar keluarga bisa segera “graduasi” atau mandiri.

“Bantuan materi yang diterima dari program PKH ini adalah wasilah atau perantara rezeki dari Allah. Namun, keberkahan sejati terletak pada bagaimana kita menyikapinya dengan rasa syukur dan memanfaatkannya dengan bijak untuk pendidikan anak serta kesehatan keluarga. Ketika kita pandai bersyukur, Allah berjanji akan menambah nikmat-Nya, termasuk dibukakan pintu-pintu kemandirian ekonomi,” ujar Alfiana di hadapan para peserta.

Alfiana juga menekankan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya diukur dari kecukupan materi, melainkan dari kedekatan seluruh anggota keluarga kepada sang Pencipta. Manajemen keuangan rumah tangga yang jujur dan berkah dipercaya mampu menjauhkan keluarga dari konflik internal.

Di tempat yang sama, Pendamping Sosial PKH Desa Aribaya, Noviatun Salamah, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan. Ia menilai, kolaborasi antara pendampingan sosial-ekonomi dan penyuluhan keagamaan seperti ini sangat efektif untuk mengubah pola pikir (mindset) masyarakat binaannya.

“Kami sangat berterima kasih atas materi yang disampaikan oleh Ibu Alfiana. Selama ini kami mendampingi dari sisi administratif dan motivasi usaha ekonomi. Kehadiran penyuluhan agama ini memberikan suntikan spiritual yang sangat berharga. Kami berharap motivasi keagamaan ini dapat mendorong Ibu-ibu PKH di Desa Aribaya untuk lebih optimis, kreatif dalam berwirausaha, dan segera mencapai kemandirian sehingga bisa berganti peran menjadi penolong bagi sesama,” ungkap Noviatun Salamah.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai fikih keluarga dan tips mengatur keuangan rumah tangga yang berkah. Melalui kegiatan sinergis ini, KUA Pagentan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan nilai-nilai keagamaan menjadi pondasi utama dalam menyukseskan program-program pemberdayaan pemerintah.

(an/azd)

Skip to content