Guru MIFABARA Jadi Peserta Uji Baca (Review) Modul Pembelajaran MI Tingkat Jawa Tengah

Banjarnegara – Prestasi dan kontribusi kembali ditorehkan oleh guru MIFABARA. Salah satu guru MIFABARA, Laeli Nur Isnaini, yang akrab disapa Nani, mendapat tugas dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah sebagai Peserta Uji Baca (Review) Modul Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah (MI).(6/6)

Dalam kegiatan secara online tersebut, Nani dipercaya untuk melakukan telaah dan memberikan masukan terhadap modul mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang disusun oleh tim penyusun modul bersama penerbit Alfamedia Insani. Kegiatan uji baca ini bertujuan untuk memastikan kualitas isi, kebahasaan, penyajian, serta kesesuaian materi dengan kebutuhan peserta didik Madrasah Ibtidaiyah.

Nani mengaku merasa senang dan bersyukur mendapat kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, selain menjadi bentuk kepercayaan dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah, tugas ini juga memberikan pengalaman berharga dalam meningkatkan kompetensi profesional sebagai pendidik.

“Saya merasa senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan uji baca modul ini. Selain menambah wawasan tentang pengembangan bahan ajar, kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan literasi, keterampilan menganalisis isi buku, serta memperluas pemahaman saya mengenai penyusunan modul pembelajaran yang baik dan sesuai dengan kebutuhan siswa,” ungkap Nani.

Melalui proses review, para peserta memberikan berbagai masukan terkait aspek grafis, kebahasaan, ketepatan materi, aktivitas pembelajaran, hingga kesesuaian capaian pembelajaran yang diharapkan. Masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum modul diterbitkan dan digunakan secara luas.

Kepala madrasah menyampaikan keikutsertaan guru dalam forum akademik tingkat provinsi merupakan bukti bahwa guru madrasah memiliki kompetensi dan kapasitas yang terus berkembang.

“Kami bangga karena salah satu guru MIFABARA dipercaya untuk berkontribusi dalam penyempurnaan modul pembelajaran yang akan digunakan oleh madrasah di Jawa Tengah. Semoga pengalaman ini dapat membawa manfaat bagi pengembangan kualitas pembelajaran di madrasah kami maupun di lingkungan yang lebih luas,” ujarnya.

Modul yang sedang direviu tersebut direncanakan akan digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh Madrasah Ibtidaiyah se-Jawa Tengah. Kehadirannya diharapkan mampu mendukung implementasi pembelajaran yang lebih menarik, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.

Partisipasi Nani dalam kegiatan ini menjadi inspirasi bahwa seorang guru tidak hanya bertugas mengajar di dalam kelas, tetapi juga terus belajar, berkarya, dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan.(nas)

Skip to content