Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, melaksanakan kegiatan penyuluhan rutin di Majelis Taklim (MT) Tarbiatun Nisa pada Kamis (12/6/2026). Kegiatan yang bertempat di kediaman pimpinan majelis, Eny Nurhidayati, ini dihadiri oleh puluhan jemaah ibu-ibu yang tampak antusias menyimak materi.
Pada kesempatan kali ini, Dian Setiadi memfokuskan pembahasan pada Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Anfal Ayat 54. Ayat ini mengisahkan tentang rekam jejak kaum Fir’aun dan orang-orang mendustakan ayat-ayat Allah, yang berakhir dengan kebinasaan akibat kezaliman mereka sendiri.
Dalam paparannya, Dian Setiadi, menyampaikan bahwa ayat ini mengandung pelajaran moral dan sejarah yang sangat kuat mengenai pentingnya menjaga amanah dan menjauhi perilaku zalim.
“Surat Al-Anfal ayat 54 ini mengingatkan kita semua bahwa kehancuran suatu kaum di masa lalu, seperti kaum Fir’aun, bukan tanpa alasan. Mereka dibinasakan karena dosa-dosa dan kezaliman yang mereka perbuat sendiri. Ini adalah pengingat (ibrah) bagi kita di era modern agar selalu bersyukur atas nikmat Allah dan tidak mengingkari syariat-Nya,” ujar Dian di hadapan para jemaah.
Lebih lanjut, ia juga mengajak para jemaah MT Tarbiatun Nisa untuk membentengi keluarga dari perilaku menyimpang dengan cara meningkatkan kualitas pemahaman agama dan ketakwaan di dalam rumah tangga.
Sementara itu, selaku pimpinan sekaligus pengasuh Majelis Taklim Tarbiatun Nisa, Eny Nurhidayati, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan bimbingan dari penyuluh KUA Mandiraja.
“Kami sangat bersyukur atas ilmu yang disampaikan oleh Bapak Dian. Penjelasan tafsir yang mendalam namun mudah dipahami ini sangat kami butuhkan untuk menambah wawasan keagamaan jemaah, sekaligus menjadi sarana evaluasi diri agar kita terhindar dari sifat-sifat zalim,” ungkap Eny Nurhidayati.
Kegiatan penyuluhan berjalan dengan khidmat dan interaktif, ditutup dengan sesi tanya jawab serta doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan lingkungan wilayah Mandiraja. KUA Mandiraja berharap, melalui bimbingan penyuluhan yang konsisten seperti ini, kerukunan dan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat dapat terus terjaga dengan baik.







