Banjarnegara – Semangat peduli lingkungan terus ditanamkan kepada murid baru MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) melalui kegiatan kreatif memanfaatkan sampah organik menjadi aneka karya yang menarik dan bernilai guna. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) ini merupakan implementasi nyata program 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace) dalam mendukung terwujudnya madrasah yang berbudaya lingkungan.(18/7)
Berbekal berbagai bahan alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti daun kering, pelepah pisang, ranting, rumput, bunga kering, dan bagian tanaman lainnya, para murid diajak berkreasi sesuai imajinasi masing-masing. Hasilnya pun beragam, mulai dari topi unik, vas bunga, tempat tisu, hiasan dinding, bingkai foto, hingga berbagai kerajinan tangan yang menarik perhatian.
Di bawah bimbingan guru, murid-murid tampak antusias memilih bahan, menyusun desain, kemudian merangkainya menjadi sebuah karya. Tidak hanya melatih keterampilan tangan, kegiatan ini juga mengasah kreativitas, kemampuan berpikir inovatif, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala MIFABARA, menjelaskan bahwa pembelajaran tentang lingkungan tidak cukup disampaikan melalui teori, tetapi harus diwujudkan melalui pengalaman langsung agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa sesuatu yang sering dianggap sampah ternyata masih memiliki nilai dan manfaat apabila dikelola dengan kreativitas. Melalui kegiatan ini mereka belajar mencintai lingkungan, mengurangi timbunan sampah, sekaligus mengembangkan bakat dan daya cipta sejak usia dini. Inilah pendidikan karakter yang kami tanamkan di MIFABARA,” ungkapnya.
Program pemanfaatan sampah organik ini sejalan dengan gerakan 4R, murid diajak memahami bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan sekitar.
Setiap karya memiliki bentuk dan karakter yang berbeda, mencerminkan kreativitas tanpa batas dari masing-masing peserta. Kegiatan ini dapat berlangsung menyenangkan sekaligus memberikan dampak nyata bagi pelestarian lingkungan.
Melalui pembelajaran berbasis praktik ini, MIFABARA berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki jiwa inovatif, kreatif, serta bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Dari tangan-tangan kecil lahirlah karya-karya besar. Dari sampah yang semula tak bernilai, tumbuh kreativitas yang menginspirasi. Inilah wujud nyata bahwa setiap anak mampu berkarya, setiap limbah dapat diberdayakan, dan setiap langkah kecil hari ini menjadi investasi besar bagi masa depan lingkungan yang lebih lestari.(nas)







