Banjarnegara – MIFABARA terus memperkuat kolaborasi antara madrasah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik. MIFABARA menggelar Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada seluruh wali murid baru kelas 1. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenalkan arah pendidikan madrasah sekaligus membangun sinergi dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan dan potensi setiap anak.(28/7)
Pada kesempatan tersebut, guru MIFABARA menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kasih sayang, penghormatan, kepedulian, tanggung jawab, serta pembentukan karakter mulia dalam setiap proses belajar.
Selain mengenalkan konsep KBC, guru juga mengajak seluruh wali murid untuk bersama-sama mengenali bakat dan minat anak sejak usia dini. Menurut pemateri, setiap anak memiliki potensi yang unik sehingga membutuhkan pendampingan yang tepat agar dapat berkembang secara optimal. Peran orang tua sebagai pendidik pertama di rumah menjadi sangat penting dalam mengamati kecenderungan, kebiasaan, serta kemampuan yang dimiliki putra-putrinya.
Melalui kerja sama yang erat antara madrasah dan keluarga, berbagai potensi tersebut akan dipetakan dan dikembangkan melalui program pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, serta berbagai wadah pengembangan diri yang tersedia di MIFABARA. Dengan demikian, setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh sesuai bakat, minat, dan karakteristiknya tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman dan pembentukan akhlak.
Kepala MIFABARA, menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh madrasah, tetapi juga oleh keterlibatan keluarga.
“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kami ingin menghadirkan pendidikan yang memanusiakan anak, menghargai setiap potensi yang dimilikinya, serta membangun karakter yang kuat. Kami mengajak seluruh wali murid untuk berjalan beriringan bersama madrasah dalam mengenali, mendampingi, dan mengembangkan bakat serta minat anak sejak dini. Insyaallah, sinergi ini akan melahirkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan sesuai potensi terbaik yang Allah anugerahkan kepada mereka,” tutur beliau.
MIFABARA berharap terjalin kemitraan yang semakin erat dengan seluruh wali murid. Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah optimis mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, penuh kasih sayang, serta mampu mengantarkan setiap peserta didik tumbuh menjadi generasi yang unggul, religius, dan siap mengukir prestasi sesuai bakat dan minatnya.(nas)







