Banjarnegara – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali terlihat di MIFABARA. Dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, bersih, dan menyenangkan, guru bersama wali murid bergotong royong mengecat meja, kursi, serta ruang kelas sebagai bentuk nyata implementasi nilai-nilai Sila Kelima Pancasila, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”(31/7)
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sejak pagi hari, para guru dan wali murid bahu-membahu membersihkan ruang kelas, mengamplas permukaan meja dan kursi yang mulai kusam, kemudian mengecatnya dengan warna-warna cerah agar tampak lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan oleh peserta didik.
Tidak hanya memperindah ruang belajar, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata budaya gotong royong yang telah lama menjadi identitas bangsa Indonesia. Melalui kebersamaan, pekerjaan yang berat terasa ringan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara madrasah dan orang tua dalam mendukung kemajuan pendidikan anak-anak.
Semangat gotong royong tersebut mencerminkan implementasi nilai Sila Kelima Pancasila, yaitu menghadirkan keadilan sosial melalui kepedulian, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi kepentingan bersama. Seluruh peserta didik berhak menikmati ruang belajar yang layak, bersih, aman, dan nyaman sebagai bagian dari terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Kepala Madrasah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan wali murid yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta semangat untuk bersama-sama mempercantik madrasah.
“Gotong royong ini bukan sekadar mengecat meja dan ruang kelas, tetapi juga mengecat harapan serta memperkuat rasa memiliki terhadap madrasah. Ketika guru dan orang tua bersatu, tercipta sinergi yang luar biasa dalam menghadirkan lingkungan belajar terbaik bagi anak-anak. Inilah wujud nyata nilai Pancasila yang kami tanamkan di MIFABARA,” ungkapnya.
MIFABARA berharap budaya gotong royong terus tumbuh menjadi karakter seluruh warga madrasah. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat diyakini menjadi kekuatan besar dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, sekaligus menanamkan kepada murid bahwa keberhasilan tidak hanya diraih melalui usaha individu, tetapi juga melalui kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling membantu.
MIFABARA terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kaya akan nilai-nilai karakter, budaya gotong royong, dan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.(nas)







