MIFABARA Biasakan Murid Pilah Sampah, Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan Sejak Dini

Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) terus menanamkan budaya peduli lingkungan melalui pembiasaan memilah sampah sesuai jenisnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus implementasi program madrasah peduli lingkungan yang melibatkan seluruh murid dalam pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.(31/7)

Pada kegiatan kali ini, murid belajar memilah sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis dengan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali. Dengan penuh semangat, mereka mengumpulkan botol plastik, gelas plastik, kardus, kertas, dan berbagai kemasan yang masih layak untuk dipilah. Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul sebagai bentuk pemanfaatan kembali limbah yang masih bernilai.

Sementara itu, sampah yang sudah tidak dapat didaur ulang atau tidak memiliki nilai ekonomis dipisahkan pada tempat khusus untuk selanjutnya diangkut oleh truk dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Melalui sistem pemilahan ini, jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat dikurangi sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah, tetapi juga memberikan edukasi kepada murid bahwa sampah yang dikelola dengan benar dapat memberikan manfaat bagi lingkungan bahkan memiliki nilai ekonomi. Pembiasaan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kelestarian alam sejak usia dini.

Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang dilakukan secara konsisten.

“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi harus dikelola dengan bijak. Dengan memilah sampah sejak dari sumbernya, mereka belajar menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memahami bahwa sebagian sampah masih memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi. Harapannya, kebiasaan baik ini dapat diterapkan juga di rumah dan lingkungan sekitar,” ungkap beliau.

Melalui pembiasaan memilah sampah, MIFABARA terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan madrasah yang bersih, sehat, dan berbudaya lingkungan. Langkah sederhana yang dilakukan setiap hari diharapkan mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap kelestarian bumi, bertanggung jawab dalam mengelola sampah, serta menjadi agen perubahan bagi lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.(nas)

Skip to content