MIFABARA Olah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Melalui Lubang Biopori, Wujudkan Madrasah Hijau dan Berkelanjutan

Banjarnegara – Komitmen MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) dalam membangun budaya peduli lingkungan terus diwujudkan melalui berbagai aksi nyata. Kali ini, murid bersama guru mempraktikkan pengelolaan sampah organik dengan mengolah dedaunan kering menjadi pupuk kompos menggunakan metode lubang biopori.(31/7)

Di bawah bimbingan guru, murid diajak mengenal pentingnya mereduksi sampah organik sejak dari sumbernya. Berbekal silinder biopori yang telah terpasang di lingkungan madrasah, mereka bersama-sama mengumpulkan dedaunan kering yang berasal dari halaman sekolah untuk kemudian dimasukkan ke dalam lubang biopori sebagai bahan pembentuk kompos alami.

Melalui kegiatan ini, murid belajar bahwa sampah organik tidak harus dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Proses penguraian secara alami di dalam lubang biopori menghasilkan kompos yang nantinya dimanfaatkan untuk menyuburkan kebun, apotek hidup, dan berbagai tanaman penghijauan di lingkungan madrasah.

Selain menghasilkan pupuk organik, lubang biopori juga memiliki manfaat penting dalam meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Keberadaan biopori membantu mengurangi genangan air saat hujan, menjaga cadangan air tanah, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan lestari. Dengan demikian, satu kegiatan mampu memberikan manfaat ganda, yaitu mengurangi volume sampah organik sekaligus mendukung konservasi lingkungan.

Wakil kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Nurlaely Khikmawati, menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan akan lebih bermakna apabila dilakukan melalui pengalaman langsung.

“Anak-anak tidak hanya belajar teori tentang pelestarian lingkungan, tetapi mereka mempraktikkannya secara nyata. Dari kegiatan membuat kompos melalui lubang biopori, mereka belajar bahwa setiap daun yang gugur memiliki manfaat apabila dikelola dengan baik. Kami berharap kebiasaan ini dapat menumbuhkan karakter peduli lingkungan, tanggung jawab, dan cinta terhadap alam sejak usia dini,” tuturnya.

Program pengolahan sampah organik melalui lubang biopori merupakan bagian dari rangkaian inovasi lingkungan MIFABARA dalam mewujudkan madrasah hijau yang berkelanjutan. Bersama program pemilahan sampah, pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak, penghijauan, serta pengelolaan kebun madrasah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang membentuk generasi berkarakter, peduli lingkungan, dan siap menjaga kelestarian bumi untuk masa depan.(nas)

Skip to content