Banjarnegara – Pembelajaran Tahfizh di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) terus menghadirkan kegiatan yang menarik dan bermakna bagi murid. Salah satu program unggulan yang dilaksanakan di kelas 1A HEBAT adalah kegiatan menulis ayat-ayat Q.S. An-Naba’ secara bertahap pada setiap jadwal pembelajaran Tahfizh. Dan Sabtu kemarin pada jam pelajaran ke 7 dan 8 setelah muraja’ah dan menambah hafalan 2 ayat, mereka menulis ayat-ayat yang dijam pembelajaran sebelumnya, belum usai ditulis.(8/8)
Dalam setiap pertemuan, murid menulis antara satu hingga tiga ayat, menyesuaikan panjang pendeknya ayat yang dipelajari. Kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan sehingga murid tidak hanya menghafal bacaan, tetapi juga terbiasa mengenali bentuk tulisan ayat Al-Qur’an dengan benar.
Melalui metode tersebut, murid dilatih untuk lebih teliti dalam menulis huruf hijaiyah, memahami susunan ayat, sekaligus memperkuat hafalan. Proses belajar menjadi lebih menyenangkan karena murid dapat membaca, menghafal, dan menulis ayat Al-Qur’an secara terpadu.
Kegiatan menulis ayat demi ayat juga memberikan manfaat dalam melatih motorik halus, meningkatkan kerapian tulisan, membangun konsentrasi, serta membiasakan murid untuk mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara bertahap, murid diharapkan memiliki fondasi yang kuat dalam membaca, menghafal, dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
Wahyul Khomisah, Kepala MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, menyampaikan harapannya program unggulan tersebut.
“Program Tahfizh merupakan salah satu program unggulan madrasah yang kami laksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan menulis ayat Al-Qur’an menjadi ikhtiar untuk memperkuat hafalan sekaligus mengenalkan murid pada keindahan tulisan Al-Qur’an. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujar Wahyul Khomisah ketika berkeliling melihat kelas.
Nuri Fatimah, selaku Wali Kelas 1A HEBAT juga mengatakan harapannya sebagai wali kelas tersebut.
“Menulis ayat secara bertahap membuat murid lebih mudah mengingat hafalan yang dipelajari. Selain melatih daya ingat, kegiatan ini juga membiasakan mereka menulis dengan rapi, teliti, dan bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang diberikan,” ujar Nuri dihadapan murid kelas 1A.
Salah satu wali murid kelas 1A, Indri Raina Dailani mengungkapkan pendapatnya tentang pembelajaran Tahfizh tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program Tahfizh di MIMAU. Anak menjadi lebih bersemangat menghafal Al-Qur’an di rumah karena setiap selesai belajar selalu ingin menunjukkan hasil tulisan dan hafalannya kepada kami. Program ini sangat membantu orang tua dalam menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an sejak dini,” jelas Indri Raina Dailani.
Melalui pembiasaan sederhana namun dilakukan secara konsisten, Program Tahfizh MIMAU diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memahami, mencintai, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (NF)







