Tuangkan Imajinasi dalam Cerita Bergambar, Murid Kelas 3B MIMAU Ciptakan Komik Konvensional

Banjarnegara – Suasana pembelajaran Seni Budaya di kelas 3B MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo berlangsung meriah dan penuh kreativitas. Pada materi Seni Rupa dan Cerita Bergambar, para murid mengikuti kegiatan pembuatan komik konvensional sebagai media untuk menuangkan ide, imajinasi, serta kemampuan bercerita melalui gambar.(7/8).

Wali kelas 3B, Audina Dwi Novelita Kusuma mengatakan dalam kegiatan ini, pembelajaran berfokus pada materi Seni Budaya, khususnya pada materi seni rupa dan cerita bergambar atau komik konvensional yang kemudian diintegrasikan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan membahas langkah – langkah dasar dalam membuat komik secara manual atau konvensional.

“Di pembelajaran ini kita berfokus ke pembelajaran seni budaya di materi seni rupa dan cerita bergambar, yang kemudian kita integrasikan dengan pelajaran unsur narasi dan karakter dalam Bahasa Indonesia, yang kita bahas dalam pembelajaran ini adalah membahas langkah – langkah dalam membuat komik secara manual atau komik konvensional” ujarnya.

Audina menambahkan bahwa setiap murid diajarkan untuk cara menentukan ide cerita sederhana seputar kehidupan sehari – hari seperti menjaga kebersihan lingkungan atau tolong menolong, membuat alur gambar, menggambar karakter dan menyusun balon kata.

“Pembelajaran ini, murid diajarkan untuk dapat menunjukkan ide cerita sederhana seperti kebersihan lingkungan atau tolong menolong, membuat alur gambar panel demi panel, menggambar karakter dan menyusun balon untuk percakapan antar tokoh,” imbuhnya.

Namun, sebelum itu, murid diberikan pengenalan dan contoh komik konvensional yang akan mereka buat dan mengenalkan bagian – bagian utama dalam komik

“Sebelum membuat murid saya kenalkan dulu seperti apa contoh komik konvensional dan bagian – bagian utamanya, seperti panel, karakter dan balon kata,” ujar Audina.

Setelah diberi contoh murid diarahkan untuk menentukan dan sketsa, pewarnaan dan finishing serta terakhir adalah unjuk karya.

“Setelah saya kasih contoh baru murid diarahkan untuk menentukan ide dan sketsa dengan membuat sketsa kasar terlebih dahulu, lanjut pewarnaan dengan menebalkan garis menggunakan spidol dan mewarnai karakter yang sudah dibuat, baru setelahnya murid menunjukkan hasil karya mereka di depan kelas,” imbuh Audina.

Tujuan kelas 3B membuat komik konvensional ini tidak lain untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, literasi, melatih motorik dan melatih kepercayaan diri. Maka dari itu Audina berharap semua murid kelas 3B dapat terus meningkatkan kreativitas, imajinasi dan juga lebih percaya diri dalam menunjukan bakatnya. (RN)

Skip to content