Banjarnegara – Semangat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan mendorong guru-guru MIFABARA bersama Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Banjarnegara melaksanakan kegiatan Study Tiru ke MIM Karanganyar. Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi para pendidik untuk melihat secara langsung praktik-praktik baik pengelolaan madrasah, budaya kerja, inovasi pembelajaran, hingga program unggulan yang diterapkan di MIM Karanganyar.(15/8)
Study tiru bukan sekadar kegiatan berkunjung, tetapi menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menemukan inspirasi yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakter serta kebutuhan masing-masing madrasah.
Dalam kegiatan tersebut, para guru memperoleh kesempatan untuk menggali berbagai pengalaman dari MIM Karanganyar, mulai dari pengelolaan program madrasah, penguatan budaya positif, peningkatan kompetensi guru, pelayanan kepada peserta didik, hingga inovasi yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, sehat, aktif, dan menyenangkan.
Kepala madrasah menyampaikan bahwa kegiatan study tiru merupakan bagian penting dari upaya madrasah untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan.
“Kami datang bukan hanya untuk melihat apa yang sudah dilakukan oleh MIM Karanganyar, tetapi untuk belajar dari praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi MI Al Fatah. Setiap madrasah memiliki keunggulan masing-masing. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat saling berbagi dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.
Salah satu guru MIFABARA menambahkan, kemajuan sebuah madrasah tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh semangat guru untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
“Banyak hal yang kami dapatkan hari ini. Kami melihat bahwa inovasi pendidikan lahir dari kemauan untuk mencoba, bekerja sama, dan tidak berhenti belajar. Apa yang kami lihat akan menjadi bahan refleksi untuk membawa pulang ide-ide baik yang bisa kami kembangkan di MI Al Fatah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun budaya ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) secara positif. Artinya, setiap praktik baik yang diperoleh tidak serta-merta disalin, tetapi dipelajari, disesuaikan, kemudian dikembangkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan madrasah.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan akan terus tumbuh ketika para pendidiknya bersedia membuka diri untuk belajar. Karena dari sebuah kunjungan, dapat lahir sebuah inspirasi; dari sebuah inspirasi, lahir sebuah inovasi; dan dari inovasi, tumbuh madrasah yang semakin maju dan berprestasi.(nas)







