Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat, Kantor Urusan Agama Rakit berkolaborasi dengan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ma’arif Nahdhadul Ulama (UMNU) Kebumen menyelenggarakan Pemulasaran Jenazah sesuai dengan syariat Islam. (27/8/2026)
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Badamita Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara ini, menyasar ibu-ibu PKK Desa Badamita sebagai garda terdepan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di desa.
Pelatihan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Rakit sebagai fasilitator yaitu Endah Widyawati, Fu’ad Latif dan Fatma Kurnianingsih. Materi yang disampaikan meliputi tata cara memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga penguburan jenazah sesuai tuntunan Al Qur’an dan Hadist.
Dalam sambutannya Endah mengungkapkan “ ilmu pemulasaran jenazah ini hukumnya fardu kifayah, artinya jika sudah ada yang melakukannya maka gugurlah kewajiban yang lain. Kami berharap ibu-ibu PKK di Desa Badamita ini menjadi motor penggerak dan memiliki keberanian serta keterampilan sehingga ketika ada warga yang meninggal, bisa ditangani dengan cepat, benar dan sesuai syariat ” jelasnya.
Sebanyak 40 ibu PKK tampak antusias mengikuti materi. Mereka praktik langsung mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman jenazah sesuai tuntunan Islam.
Dalam pemaparannya, Fatma Kurnianingsih menekankan pentingnya niat ikhlas dan adab saat memulasara jenazah. “Memandikan jenazah bukan sekadar membersihkan. Ini adalah bentuk penghormatan terakhir kita kepada saudara seiman. Lakukan dengan lembut, jaga aurat, dan banyak berdoa,” pesannya.
Sementara itu, praktek pemulasaran jenazah disampaikan oleh Fu’ad Latif. “Saat memandikan, gunakan air bersih, sabun, dan daun bidara” tegasnya.”Untuk mengkafani, pastikan kainnya menutup seluruh tubuh, untuk laki-laki 3 lembar dan perempuan 5 lembar. Ikat yang rapi jangan terlalu kencang,” imbuhnya.
Tim KKN UMNU Kebumen menyiapkan boneka peraga dan membagi peserta dalam kelompok kecil agar semua ibu bisa mencoba langsung.
Kades Badamita, Rohmatulloh mengapresiasi kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada KUA Rakit dan adik-adik KKN. Dengan pelatihan ini, Desa Badamita punya tim relawan yang siap membantu warga saat ada duka. Ini amal jariyah,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan tanya jawab dan simulasi pemakaman. Ibu PKK sepakat membentuk Tim Pemulasara Jenazah PKK Badamita sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
(SN/azd)







