Banjarnegara – Suasana pembelajaran kelas 5C MIFABARA berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Di sela-sela kegiatan belajar, siswa diajak mengikuti ice breaking berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan sederhana tersebut menjadi penyegar suasana sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran.(31/8)
Ice breaking dilakukan ketika siswa mulai membutuhkan penyegaran setelah mengikuti pembelajaran. Guru mengajak seluruh siswa berdiri dan mengikuti gerakan serta instruksi sederhana secara bersama-sama. Dengan penuh antusias, siswa mengikuti setiap gerakan sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup.
Salah satu contoh ice breaking KBC yang dilakukan adalah “Salam Cinta”. Guru memberikan beberapa instruksi yang berkaitan dengan nilai-nilai cinta. Ketika guru mengatakan “Cinta kepada Allah”, siswa mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan Alhamdulillah. Saat mendengar “Cinta kepada teman”, siswa saling tersenyum dan memberikan salam atau tos kepada teman di sampingnya. Sementara ketika guru mengatakan “Cinta kepada ilmu”, siswa membuat gerakan seperti sedang membaca buku.
Ice breaking lainnya dapat dilakukan melalui “Tepuk Panca Cinta”, yaitu tepuk sederhana yang disertai penyebutan nilai cinta kepada Allah, diri sendiri, sesama, ilmu, dan lingkungan. Kegiatan tersebut membuat siswa bergerak, berkonsentrasi, sekaligus mengingat kembali nilai-nilai KBC dengan cara yang menyenangkan.
Bagi siswa kelas 5C, ice breaking bukan sekadar permainan untuk menghilangkan rasa jenuh. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran karakter. Siswa belajar membangun kebersamaan, menghargai teman, percaya diri, disiplin mengikuti instruksi, serta menumbuhkan rasa syukur.
Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa penerapan KBC di madrasah perlu dihadirkan dalam berbagai aktivitas, termasuk kegiatan sederhana di dalam kelas.
“Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya tentang materi pembelajaran, tetapi bagaimana nilai cinta benar-benar dirasakan dan dipraktikkan oleh anak dalam keseharian. Suasana belajar yang menyenangkan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun karakter mereka,” tuturnya.
Melalui ice breaking KBC, kelas 5C MIFABARA menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung dengan ceria, aktif, dan penuh makna. Di tengah proses mengejar kompetensi akademik, anak-anak juga diajak untuk terus belajar mencintai Allah, diri sendiri, sesama, ilmu pengetahuan, dan lingkungan.
Dengan demikian, setiap aktivitas di kelas diharapkan mampu menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga melembutkan hati dan menguatkan karakter murid. (nas)







