Banjarnegara (Humas) – Menjaga hubungan baik dengan sesama tidak cukup hanya dengan bersikap ramah. Cara berbicara, menjaga ucapan, serta kepedulian terhadap orang-orang di sekitar juga menjadi bagian penting dari akhlak seorang muslim. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Yulfiani dan Laeli Maria Ulfah, saat melaksanakan penyuluhan di Majelis Taklim Roudhotul Jannah, Desa Sidakangen, Rabu (2/9).
Penyuluhan kali ini mengangkat tema “Akhlak kepada Sesama” dengan pembahasan mengenai pentingnya menjaga lisan dari ghibah atau menggosip, menghindari fitnah, serta membiasakan diri berbuat baik kepada tetangga. Materi tersebut mengajak jamaah untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dan membangun hubungan yang sehat di tengah kehidupan bermasyarakat.
Yulfiani menyampaikan bahwa lisan sering kali menjadi sumber persoalan ketika tidak dijaga dengan baik. Perkataan yang dianggap sederhana bisa saja menimbulkan salah paham, menyakiti perasaan, bahkan merusak hubungan persaudaraan.
“Menjaga lisan adalah bagian dari menjaga hubungan dengan sesama. Sebelum berbicara, sebaiknya kita berpikir apakah perkataan itu membawa kebaikan atau justru dapat menyakiti dan menimbulkan masalah,” ungkapnya.
Laeli Maria Ulfah menambahkan bahwa akhlak kepada sesama juga dapat diwujudkan melalui kepedulian kepada tetangga. Menurutnya, berbuat baik tidak harus selalu dalam bentuk yang besar. Menyapa, membantu ketika membutuhkan, menjaga kenyamanan lingkungan, dan saling menghormati merupakan bentuk sederhana yang memiliki makna besar.
“Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi hubungan dengan tetangga dan sesama justru kurang baik. Akhlak yang baik perlu terlihat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui cara kita berbicara dan memperlakukan orang lain,” paparnya.
Melalui penyuluhan tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami bahwa menjaga lisan dan berbuat baik kepada sesama merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama. Dengan ucapan yang terjaga dan kepedulian yang tumbuh, kehidupan bermasyarakat diharapkan semakin harmonis.
(wha/azd)







