Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Yulfiani melaksanakan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Roudhotul Jannah Desa Sidakangen, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Syarat Terkabulnya Doa” sebagai upaya mengajak jemaah memahami pentingnya doa dalam kehidupan sekaligus mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan agar doa yang dipanjatkan memiliki nilai dan makna dalam kehidupan seorang muslim.
Dalam penyuluhan tersebut, Yulfiani mengajak jemaah untuk tidak memandang doa hanya sebagai rangkaian permohonan kepada Allah. Doa juga menjadi bentuk penghambaan dan sarana bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada-Nya dalam berbagai keadaan.
Menurutnya, seseorang perlu memiliki kesungguhan ketika berdoa. Harapan kepada Allah hendaknya disertai dengan keyakinan, kesabaran, serta kemauan untuk terus berusaha menjalani kehidupan dengan baik. Doa dan ikhtiar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Doa merupakan bentuk penghambaan kita kepada Allah. Karena itu, ketika berdoa hendaknya kita melakukannya dengan sungguh-sungguh, penuh keyakinan, dan tetap bersabar terhadap ketetapan Allah,” ungkap Yulfiani.
Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak mudah berputus asa ketika doa belum terwujud sesuai dengan keinginan. Menurutnya, setiap doa yang dipanjatkan merupakan bentuk komunikasi seorang hamba dengan Allah, sehingga seorang muslim perlu terus menjaga harapan dan kepercayaannya kepada Allah.
Kegiatan penyuluhan tersebut menjadi kesempatan bagi jemaah untuk kembali merefleksikan kualitas doa dalam kehidupan sehari-hari. Jemaah diajak menjadikan doa bukan hanya sebagai jalan untuk meminta sesuatu, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan dan ketenangan hati.
Melalui kegiatan tersebut, Yulfiani berharap jemaah semakin memahami pentingnya berdoa dengan kesungguhan, tetap berikhtiar, serta tidak kehilangan keyakinan ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan.
(wha/azd)







