Gelar Penyuluhan di Majelis Taklim Al Hidayah, Penyuluh KUA Pagentan Bagikan Kunci Harmonisasi Rumah Tangga Modern

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus menguatkan peran strategisnya dalam mendampingi dan membina masyarakat melalui bimbingan keagamaan. Hal tersebut dibuktikan melalui kegiatan pembinaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Alfiana Nurhidayah, di Majelis Taklim Al Hidayah pada Jumat (4/9/2026) pukul 13.00 WIB.

Dalam kesempatan ini, Alfiana membawakan materi dengan tema yang memikat perhatian jemaah, yakni “Mengukuhkan Ketahanan Keluarga Muslim di Era Modern: Menjaga Keharmonisan dan Fondasi Agama dalam Rumah Tangga”. Tema ini diangkat untuk merespons berbagai dinamika sosial dan tantangan era digital yang berpotensi memengaruhi stabilitas komunikasi dalam keluarga.

Di hadapan puluhan jemaah yang hadir, Alfiana Nurhidayah memaparkan bahwa kekuatan sebuah masyarakat berawal dari ketahanan spiritual dan moral dalam unit keluarga terkeceil. Ia mengajak para anggota majelis taklim untuk senantiasa menerapkan nilai-nilai kesabaran, keterbukaan, serta penanaman akidah yang kuat kepada anak-anak sejak dini.

“Keluarga adalah benteng utama dalam menyaring pengaruh buruk luar. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, keterbukaan komunikasi yang dibingkai dengan kasih sayang dan nilai-nilai Al-Qur’an menjadi kunci agar rumah tangga tetap harmonis dan terhindar dari perpecahan,” ujar Alfiana Nurhidayah saat menyampaikan materinya.

Kegiatan pembinaan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Taklim Al Hidayah, Siti Maftuhah, yang menyambut hangat kehadiran pihak KUA Pagentan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas konsistensi program penyuluhan yang dampaknya dirasakan langsung oleh anggota majelis.

“Kehadiran Ibu Alfiana dari KUA Pagentan memberikan wawasan yang sangat menyegarkan dan praktis bagi ibu-ibu jemaah di sini. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut agar Majelis Taklim Al Hidayah senantiasa menjadi wadah menimba ilmu yang bermanfaat untuk kebaikan rumah tangga dan lingkungan,” tutur Siti Maftuhah.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Para jemaah tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar solusi Islam dalam menghadapi problematika pengasuhan anak di era digital serta strategi menjaga komunikasi antaranggota keluarga. Melalui kegiatan ini, KUA Pagentan berharap pembinaan keagamaan berbasis majelis taklim dapat terus menjadi pilar utama dalam mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera.

(an/azd)