Enam siswa MI MIMUB mengikuti simulasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) berbasis Computer Based Test (CBT) pada Minggu, 6 September. Kegiatan yang dilaksanakan di MI MIMUB tersebut menjadi salah satu bentuk persiapan siswa dalam menghadapi ajang OMI sekaligus membiasakan peserta dengan sistem perlombaan berbasis komputer.
Dalam simulasi tersebut, enam siswa MIMUB terbagi dalam dua bidang, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) serta Matematika (MTK). Tiga siswa mengikuti simulasi bidang IPAS, sedangkan tiga siswa lainnya mengikuti simulasi Matematika.
Untuk bidang IPAS, tiga siswa yang mengikuti simulasi adalah Ainayya Fathiyaturrahma, Najib Gibran El Ghazi, Ka’ab Sya’bani. Sementara itu, bidang Matematika diikuti oleh Rahasya Azza Sutanto, Mufia Alita Rahayu, Ghania Rizky Aulian mereka adalah siswa kelas 5.
Simulasi bidang IPAS dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB, sedangkan simulasi bidang Matematika dimulai pada pukul 15.30 WIB. Para siswa mengikuti kegiatan dengan serius dan antusias. Mereka berusaha mengerjakan soal yang tersedia melalui sistem CBT sekaligus mengenali teknis pelaksanaan lomba yang akan mereka hadapi.
Dalam simulasi tersebut, peserta mengerjakan sebanyak 25 soal dengan batas waktu dua jam. Sistem CBT memberikan pengalaman tersendiri bagi para siswa karena mereka dituntut untuk mengerjakan soal secara langsung melalui perangkat komputer. Selain menguji kemampuan akademik, simulasi juga melatih ketelitian, konsentrasi, manajemen waktu, serta kesiapan siswa dalam menghadapi perlombaan.
Merinda selaku pendamping lomba menyampaikan bahwa pelaksanaan simulasi secara keseluruhan berjalan dengan lancar. Meskipun sempat mengalami kemunduran dari jadwal yang telah ditentukan, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik dan diikuti oleh para siswa dengan penuh semangat.
“Simulasi berjalan lancar walaupun mundur dari jadwal yang sudah ditentukan,” ujar Merinda.
Menurut Merinda, simulasi menjadi bagian penting dalam persiapan siswa sebelum mengikuti OMI. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat memperoleh gambaran mengenai mekanisme lomba, bentuk pengerjaan soal, serta pengaturan waktu selama mengikuti tes.
Keenam siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mereka dalam menghadapi kompetisi. Hasil dari simulasi nantinya dapat menjadi bahan evaluasi, baik bagi siswa maupun pendamping, untuk menentukan materi yang masih perlu dipelajari dan ditingkatkan.
Bagi MI MIMUB, keikutsertaan enam siswa dalam simulasi OMI ini merupakan bentuk komitmen madrasah dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan pengalaman berkompetisi. Persiapan yang dilakukan secara terarah diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa ketika menghadapi perlombaan yang sebenarnya.
Dengan mengikuti simulasi berbasis CBT ini, Ainayya Fathiyaturrahma, Najib Gibran El Ghazi, Ka’ab Sya’bani, Rahasya Azza Sutanto, Mufia Alita Rahayu, dan Ghania Rizky Aulia diharapkan semakin siap menghadapi OMI. Semangat belajar, latihan yang konsisten, serta dukungan dari pendamping, guru, dan madrasah menjadi bekal penting bagi keenam siswa untuk memberikan kemampuan terbaik dan mengharumkan nama MI MIMUB. rs







