Banjarnegara (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara terus memperkuat peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat melalui kelompok binaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan bimbingan penyuluhan yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam KUA Purwanegara, Imam Sarifudin, di kelompok binaan Posyandu Lansia Lentera 1, Desa Kaliajir, Kecamatan Purwanegara, Senin (7/9/2026).
Bertempat di gedung Posyandu Lansia Lentera 1, kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 peserta. Dengan suasana yang penuh keakraban, para peserta mengikuti penyuluhan dengan materi “Syukur Nikmat”.
Dalam penyampaiannya, Imam Sarifudin mengajak para peserta untuk memahami bahwa syukur bukan hanya sekadar mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga diwujudkan dengan menyadari, menjaga, dan menggunakan setiap nikmat yang diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya.
“Syukur adalah cara kita memandang kehidupan dengan hati yang penuh kesadaran. Ketika kita mampu mensyukuri apa yang masih kita miliki, kita akan lebih mudah menemukan ketenangan, meskipun tidak semua yang kita inginkan dapat kita miliki. Usia yang bertambah bukan alasan untuk berhenti berbuat baik, tetapi kesempatan untuk memperbanyak syukur, berbagi pengalaman, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” ungkap Imam.
Ia juga mengingatkan bahwa nikmat kesehatan, kesempatan berkumpul, keluarga, persaudaraan, serta waktu yang masih diberikan Allah merupakan karunia yang patut disyukuri. Menurutnya, masa lanjut usia hendaknya menjadi fase kehidupan yang diisi dengan kegiatan positif, memperbanyak ibadah, menjaga silaturahmi, serta berbagi kebaikan kepada lingkungan sekitar.
“Selama Allah masih memberikan usia, berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan menanam kebaikan. Jangan menghitung hanya apa yang telah berkurang karena usia, tetapi hitunglah nikmat yang masih Allah titipkan dan manfaat yang masih bisa kita berikan,” tambahnya.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini menjadi bagian dari komitmen KUA Kecamatan Purwanegara dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Melalui kelompok binaan, Penyuluh Agama Islam tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga berupaya membangun kesadaran spiritual dan memperkuat ketahanan kehidupan sosial masyarakat.
Antusiasme sekitar 60 peserta menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan di tengah kelompok lansia masih memiliki tempat penting. KUA Purwanegara berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga para lansia tidak hanya sehat secara fisik dan aktif secara sosial, tetapi juga semakin kuat secara spiritual.
Melalui bimbingan tersebut, KUA Kecamatan Purwanegara menegaskan bahwa penyuluhan agama merupakan salah satu bentuk kehadiran KUA di tengah masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh rasa syukur.
(rp/azd)







