“Semua Akan Di Hisab” Penyuluh Agama Islam, Endah Widyawati  Ingatkan 25 Anggota PKH  Desa Adipasir Gunakan Bantuan dengan Tanggung Jawab

Banjarnegara (Humas) – Setiap nikmat yang kita terima di dunia, sekecil apapun, kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Termasuk rezeki dan bantuan yang kita terima.

Kesadaran itu yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama KUA Rakit, Endah Widyawati, dalam kegiatan penyuluhan di PKH Kelompok 3 Desa Adipasir RT 02 RW 05 yang didampingi Atikah Dyah Retnawati pada Selasa (8/9/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan sekali,  dihadiri 25 anggota ibu-ibu penerima manfaat. Kali ini Endah, mengusung tema” “Setiap Apa yang Kita Terima Akan Dipertanggungjawabkan”, Endah mengajak peserta untuk lebih hati-hati dan amanah dalam menyikapi bantuan pemerintah.

“Sebagai muslim kita harus yakin, bahwa harta, waktu, kesehatan, bahkan bantuan PKH ini adalah titipan. Allah berfirman, Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan. Mari kita jawab dengan perbuatan baik,” tegas Endah.

Ia menyampaikan 3 bentuk pertanggungjawaban yang harus disiapkan. Pertama, pertanggungjawaban kepada Allah. “Gunakan bantuan untuk hal yang diridhoi Allah. Untuk makan bergizi, pendidikan anak, kesehatan, dan ibadah. Jangan digunakan untuk maksiat karena itu menambah dosa.” Jelasnya.

Kedua, pertanggungjawaban kepada keluarga. “Ibu adalah madrasah pertama. Pastikan bantuan digunakan untuk kebaikan anak dan keluarga. Jangan sampai anak tidak sekolah, tapi orang tuanya beli hal yang tidak perlu.” Terangnya.

Ketiga, pertanggungjawaban kepada negara. “PKH ini uang rakyat. Tujuannya agar keluarga bisa mandiri dan anak-anaknya sehat serta pintar. Kalau digunakan dengan benar, berarti kita sudah membantu program pemerintah.” Ungkapnya.

Endah juga mengingatkan agar tidak menyepelekan amanah. “Sekecil apapun bantuan, kalau kita syukuri dan gunakan dengan benar, maka akan jadi berkah. Sebaliknya kalau dihabiskan dengan sia-sia, akan jadi beban.” Tambahnya.

Pendamping PKH, Atikah Dyah Retnawati, mengapresiasi materi tersebut. “Kami berharap ibu-ibu tidak hanya menerima, tapi juga paham tujuan PKH. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang.” Ucapnya

Kegiatan ditutup dengan tanya jawab dan doa bersama. Diharapkan 25 anggota PKH Kelompok 3 Desa Adipasir RT 02 RW 05 dapat menerima setiap nikmat dengan syukur dan menggunakannya dengan penuh tanggung jawab, sehingga menjadi ladang pahala. 

(n/azd)