Banjarnegara, Rabu, 9 September 2026 — Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat MI Kabupaten Banjarnegara berlangsung serentak di 19 titik lokasi (Tilok) di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Jumlah Peserta Kabupaten Banjarnegara jenjang MI, untuk bidang IPAS 394, dan MATEMATIKA 391 terbagi dalam 2 sesi, yaitu Sesi 2 pukul 10.00–12.00 WIB untuk mata pelajaran IPAS dan Sesi 4 pukul 15.30–17.30 WIB untuk mata pelajaran Matematika (MTK). (9/9)
Setiap tilok ada Penanggungjawab, Kepanitiaan, Proktor & Pengawas OMI. Penyelenggaraan OMI secara serentak di 19 Tilok menjadi upaya untuk memberikan layanan pelaksanaan kompetisi yang terkoordinasi, tertib, dan menjangkau madrasah dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara. Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Banjarnegara tersebar di 19 Tilok yang meliputi wilayah Banjarnegara, Madukara, Sigaluh, Pagedongan, Pagentan, Batur, Pejawaran, Karangkobar, Wanadadi, Punggelan, Rakit, Mandiraja, Purwanegara, Klampok, Susukan, Kalibening–Pandanarum, Wanayasa, Bawang, dan Banjarmangu.
Muhammad Subhan selaku Penanggungjawab OMI Kabupaten menyampaikan bahwa Koordinasi menjadi salah satu Kunci kesuksesan. Beliau yang juga Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, menyampaikan pula apresiasi atas pelaksanaan OMI yang dapat terselenggara di 19 Tilok.
“Penyelenggaraan OMI di 19 titik lokasi tentu membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang baik dari seluruh pihak. Alhamdulillah, pelaksanaan dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Ini menunjukkan bahwa madrasah di Kabupaten Banjarnegara memiliki kesiapan dan komitmen yang baik dalam mengikuti OMI.”, tuturnya.
Harapannya, OMI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana untuk mengembangkan potensi dan kepercayaan diri peserta didik.
“Yang terpenting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman berkompetisi, belajar jujur, disiplin, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya. Semoga dari OMI ini lahir peserta didik madrasah yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.”, lanjutnya.
Sementara itu, Suharno selaku Ketua KKMI Kabupaten Banjarnegara juga mengatakan 19 Tilok menjadi Bukti Kebersamaan Madrasah. Beliau memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengawas, proktor, kepala madrasah, guru pendamping, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan OMI.
“Pelaksanaan OMI di 19 Tilok merupakan kegiatan yang membutuhkan kebersamaan. Ini menjadi bukti bahwa madrasah di Kabupaten Banjarnegara mampu bergerak bersama untuk menyukseskan kegiatan tingkat kabupaten.”
Menurut Suharno, keberadaan 19 Tilok juga memberikan kemudahan bagi peserta dan madrasah dalam mengikuti pelaksanaan OMI secara lebih terorganisir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Semoga seluruh rangkaian OMI berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang positif bagi anak-anak kita. Apapun hasilnya nanti, mereka semua adalah anak-anak hebat yang telah berani berkompetisi dan membawa nama baik madrasah.”
Pendampingan dari Seksi Pendidikan Madrasah dalam rangka memastikan pelaksanaan OMI berjalan sesuai ketentuan pada setiap wilayah, dengan Pembagian tim pendamping yaitu Kasi Dikmad dan M. Fuad : Karangkobar, Pagentan, Pejawaran, Batur, Wanayasa, dan Kalibening–Pandanarum. Kemudian Sidik Rofiko meliputi Kecamatan Bawang, Banjarmangu, Wanadadi, dan Madukara. Selanjutnya Rohmat mendampingi Kecamatan Punggelan, Purwanegara, Rakit, Susukan, serta Mandiraja, dan Jafar di wliayah Banjarnegara, Sigaluh, dan Pagedongan.
Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas, ketertiban, dan kelancaran pelaksanaan OMI di seluruh Tilok.
Dengan semangat kebersamaan seluruh unsur madrasah, pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Banjarnegara diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya generasi madrasah yang cerdas, berprestasi, berkarakter, dan siap berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Harapannya terbaik di Kabupaten juga menjadi Terbaik Propinsi dan lanjut Nasional. (WK)







