Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus berkomitmen membina fondasi karakter dan spiritualitas generasi muda di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan agama Islam yang digelar oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Alfiana Nurhidayah, di Majelis Taklim Remaja Nurul Hidayah pada Selasa (8/9/2026) tepat pukul 13.30 WIB.
Mengangkat tema yang sangat relevan dengan dinamika anak muda saat ini, yakni “Navigasi Diri di Era Digital: Menjadi Remaja Muslim Smart, Syar’i, dan Berakhlaqul Karimah”, kegiatan penyuluhan ini disambut antusias oleh belasan remaja pengajian yang memadati area majelis.
Dalam pemaparannya, Alfiana Nurhidayah menekankan pentingnya membentengi diri dari dampak negatif kemajuan teknologi digital seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, hingga pergaulan bebas. Ia mengingatkan bahwa keberadaan media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana dakwah dan penyebar kebaikan, bukan justru merusak moralitas bangsa.
“Remaja masa kini adalah generasi penentu masa depan. Menjadi cerdas di era digital bukan hanya soal mahir menggunakan teknologi, tetapi bagaimana kita mampu menyaring informasi serta menjaga etika dan syariat Islam dalam setiap unggahan maupun interaksi di dunia maya,” tegas Alfiana Nurhidayah di hadapan para peserta.
Acara pembinaan tersebut turut dihadiri dan didampingi langsung oleh pengasuh sekaligus pengajar Majelis Taklim Nurul Hidayah, Retno Wati. Kehadiran tokoh pendidik lokal ini memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan kepedulian pihak KUA Pagentan terhadap tumbuh kembang karakter generasi muda di lingkungannya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada KUA Pagentan, khususnya Ibu Alfiana, yang telah berkenan hadir berbagi ilmu. Pembekalan ini sangat dibutuhkan para remaja agar mereka memiliki pegangan agama yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” ungkap Ibu Retno Wati saat memberikan sambutan.
Sesi penyuluhan berlangsung interaktif melalui diskusi dua arah, tanya jawab seputar etika bersosialisasi, hingga simulasi pemanfaatan media digital secara bijak. Melalui kegiatan rutin ini, KUA Pagentan berharap Majelis Taklim Remaja Nurul Hidayah dapat mencetak kader generasi muda yang tangguh secara intelektual, bijak bermedia sosial, dan teguh memegang prinsip-prinsip syariat Islam.
(an/azd)







