Banjarnegara (Humas) – Praktik judi online yang kian marak dan merambah ke berbagai lapisan masyarakat kini menjadi ancaman nyata bagi ketahanan ekonomi keluarga. Fenomena ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, khususnya para pendamping sosial yang mendampingi warga penerima manfaat program pemerintah.
Merespons kondisi tersebut, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Banegara, Kecamatan Bawang, dikemas secara khusus. Kegiatan yang dihadiri puluhan ibu-ibu KPM (Keluarga Penerima Manfaat) ini berfokus pada sosialisasi bahaya judi online.(10/9/2026)
Pendamping sosial PKH, Diah Maziatu Chalida, hadir langsung memberikan ceramah dan edukasi mendalam mengenai dampak buruk judi online. Dalam pemaparannya, Diah menekankan bahwa judi online bukan sekadar permainan ketangkasan, melainkan jebakan digital yang dirancang untuk menguras keuangan korban.
“Judi online tidak akan pernah membuat masyarakat sejahtera, yang ada justru memiskinan dan merusak masa depan keluarga,” tegas Diah di hadapan para peserta yang menyimak dengan penuh antusias. Ia menambahkan bahwa bantuan sosial yang diterima warga seharusnya dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi, pendidikan anak, dan kebutuhan pokok.
Diah juga membeberkan berbagai dampak sosial yang sering timbul akibat kecanduan judi online, mulai dari konflik rumah tangga, jeratan utang pinjaman online ilegal, hingga risiko tindak kriminalitas. Menurutnya, benteng utama untuk menangkal ancaman ini dimulai dari ketahanan dan pengawasan di dalam rumah tangga masing-masing.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para ibu-ibu KPM diajak untuk lebih peka dan bijak dalam mengawasi penggunaan perangkat gawai oleh suami maupun anak-anak mereka. Diah berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan waspada judi online di lingkungan RT dan RW sekitar.
Acara yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut ditutup dengan komitmen bersama warga Dusun Banegara untuk menjaga keharmonisan serta keuangan keluarga dari bahaya judi online. Diah optimistis bahwa dengan edukasi yang berkelanjutan, KPM PKH di Kecamatan Bawang dapat terus mandiri dan mencapai kesejahteraan yang hakiki.
(Dmc/azd)







