Belajar Dwi Darma dengan Bermain, Pramuka Siaga MIFABARA Kenali Kode Kehormatan Sejak Dini

Banjarnegara – Menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada anak usia dini membutuhkan pendekatan yang menyenangkan dan dekat dengan dunia mereka. Hal tersebut diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka Siaga tingkat Mula di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Peserta yang berasal dari kelas 1 dan 2 diajak mengenal salah satu kode kehormatan Pramuka Siaga, yaitu Dwi Darma, melalui berbagai permainan edukatif.(12/9)

Kegiatan berlangsung dengan suasana ceria. Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pembina, tetapi diajak aktif bergerak, bermain, menjawab pertanyaan, dan mengikuti tantangan sederhana yang berkaitan dengan nilai-nilai dalam Dwi Darma.

Melalui permainan tersebut, pembina berusaha membantu peserta memahami bahwa Dwi Darma bukan sekadar hafalan yang harus diucapkan. Di balik setiap kalimatnya terdapat nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kamabigus MIFABARA menyampaikan bahwa pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik sejak usia dini. Karena itu, kegiatan Pramuka Siaga perlu dikemas dengan cara yang menyenangkan agar nilai-nilai yang diberikan dapat diterima dan melekat dalam diri anak.

“Anak-anak kelas 1 dan 2 masih berada pada tahap belajar melalui pengalaman. Karena itu, nilai Dwi Darma perlu dikenalkan dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, mereka tidak hanya hafal, tetapi mulai membiasakan diri untuk patuh kepada orang tua, berani, dan tidak mudah menyerah,” ungkap Kamabigus MIFABARA.

Hal senada disampaikan oleh pembina Pramuka Siaga, Fatma. Menurutnya, permainan menjadi salah satu metode yang efektif untuk mengenalkan kode kehormatan Pramuka kepada anak-anak usia dini.

“Kami ingin anak-anak menikmati kegiatan Pramuka. Melalui permainan, mereka belajar tanpa merasa sedang diberi materi. Ketika mereka berani mencoba, mengikuti aturan, bekerja sama, dan tidak menyerah saat permainan berlangsung, sebenarnya mereka sedang mempraktikkan nilai-nilai Dwi Darma,” jelas Fatma.

Dengan metode bermain, anak-anak diajak menghubungkan isi Dwi Darma dengan kebiasaan sehari-hari. Patuh kepada orang tua, berani mencoba, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta mampu mengikuti aturan menjadi contoh nyata yang dikenalkan dalam kegiatan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya MIFABARA dalam membentuk karakter peserta didik sejak usia dini. Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan kemandirian, keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap pantang menyerah.(nas)