Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Yulfiani, memberikan penyuluhan kepada jemaah Dawis Kenanga, Desa Sidakangen, Kamis (10/9). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pemulasaran Jenazah”, sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat mengenai pentingnya mengetahui tata cara pengurusan jenazah.
Pemulasaran jenazah merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam. Setiap muslim perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai proses pengurusan jenazah agar ketika menghadapi musibah kematian di tengah keluarga maupun masyarakat, dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan tuntunan agama.
Melalui penyuluhan tersebut, Yulfiani mengajak jemaah untuk tidak menganggap pembahasan mengenai jenazah sebagai sesuatu yang hanya perlu dipelajari ketika terjadi kematian. Justru, pengetahuan tersebut perlu dipersiapkan sejak dini agar masyarakat memiliki kesiapan, baik secara keagamaan maupun sosial.
“Pembahasan tentang pemulasaran jenazah bukan untuk menakut-nakuti, tetapi menjadi bekal bagi kita sebagai umat Islam. Ketika ada keluarga atau tetangga yang meninggal, kita diharapkan mampu membantu dan melaksanakan kewajiban dengan baik,” ungkap Yulfiani.
Selain menambah wawasan keagamaan, kegiatan penyuluhan juga menjadi ruang bagi jemaah untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama. Menurut Yulfiani, kepedulian masyarakat dalam membantu proses pengurusan jenazah merupakan bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Jemaah mengikuti penyuluhan dengan penuh perhatian dan antusias. Materi tersebut diharapkan dapat membuka kesadaran bahwa memahami pemulasaran jenazah merupakan bagian dari bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat. “Semoga jemaah tidak hanya memahami materinya, tetapi juga memiliki keberanian dan kesiapan untuk membantu ketika masyarakat membutuhkan,” imbuhnya.
(wha/azd)







