Banjarnegara (Humas) – Semangat keagamaan memancar kuat di Serambi Masjid Baiturrahman Desa Metawana, Kecamatan Pagentan, pada Jumat (11/9/2026). Sebanyak 36 jemaah dari Majelis Taklim (MT) Aisyiyah Ranting Metawana berkumpul dengan khidmat untuk mengikuti kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan.
Kegiatan rutinan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, sebagai narasumber utama. Mengangkat tema “Mencintai Rasulullah, Menghidupkan Sunnahnya”, suasana bimbingan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh kekeluargaan. Dalam pemaparannya, Syaiful menguraikan betapa pentingnya menterjemahkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW ke dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar ucapan lisan semata.
“Mencintai Rasulullah itu tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus dibuktikan dengan cara menghidupkan sunnah-sunnah beliau. Mulai dari hal sederhana seperti menjaga akhlak terhadap tetangga, memperbanyak salawat, hingga menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat. Ketika sunnah Nabi hidup di dalam rumah tangga kita, maka keberkahan akan menaungi seluruh kehidupan kita,” ungkap Syaiful di hadapan para jemaah.
Ia juga menambahkan bahwa peran ibu-ibu jemaah majelis taklim sangat sentral dalam menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi kepada generasi muda di lingkungan keluarga masing-masing.
Respon positif dan apresiasi tinggi datang dari para peserta kegiatan. Ketua MT Aisyiyah Ranting Metawana, Suparni, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bimbingan dan pencerahan yang konsisten diberikan oleh pihak KUA Pagentan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Syaiful dari KUA Pagentan yang selalu setia mendampingi dan memberikan pencerahan kepada jemaah kami. Materi yang disampaikan sangat menyentuh hati dan membuka wawasan kami semua tentang bagaimana menerapkan ajaran Rasulullah secara praktis di kehidupan sehari-hari. Harapan kami, kegiatan bimbingan seperti ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan,” ujar Suparni.
Acara bimbingan penyuluhan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan masyarakat Desa Metawana, serta penguatan ukhuwah islamiyah antar sesama warga.
(msa/azd)







