“Ikhtiar Seperti Burung” Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Fatma Kurnianingsih  Ajak 25 Ibu-ibu MT Baitut Taqwa Desa Luwung Bangkit dan Mandiri

Banjarnegara (Humas) – Burung pagi hari keluar dari sarangnya dengan perut kosong, dan sore pulang dengan perut kenyang. Ia tidak menunggu rezeki datang, tapi terbang mencari. Itulah gambaran ikhtiar yang diajarkan Rasulullah kepada kita.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama KUA Rakit, Fatma Kurnianingsih, dalam kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim Baitut Taqwa Desa Luwung yang diketuai Umi Fadhilah pada Jumat (11/9/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat dihadiri 25 jemaah ibu-ibu bertempat di Aula  Masjid Baitut Taqwa. Kali ini Fatama, mengusung tema “Bangkit Melebihi Tingginya Burung Terbang”, Fatma mengutip Hadis Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah RA. “Rasulullah bersabda, Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian seperti Dia memberi rezeki kepada burung.” Buka Fatma.

Dari hadis tersebut, Fatma menyampaikan 3 pesan penguatan. Pertama, berikhtiar dan bangun kemandirian dalam menjemput rezeki Allah yang halal dan baik. “Burung tidak malas. Pagi-pagi sudah keluar. Kita juga begitu. Boleh jualan, bertani, menjahit, atau usaha kecil. Tawakal itu disertai usaha. Jangan hanya berdoa tapi diam di rumah.” Jelasnya.

Kedua, menghindari jalan berliku berujung pilu, yaitu judi online. “Sekarang banyak jalan pintas yang menjerumuskan. Judi online terlihat mudah dapat uang, tapi ujungnya utang, keluarga berantakan, dan dosa. Itu bukan ikhtiar, itu jebakan setan. Rezeki yang berkah itu yang halal walau sedikit.” Jelasnya.

Ketiga, mensyukuri nikmat Allah dalam setiap keadaan. “Burung tetap berkicau walau tidak tahu besok dapat makan di mana. Kita juga harus begitu. Syukuri bantuan, syukuri kesehatan, syukuri keluarga. Orang yang bersyukur, nikmatnya akan ditambah Allah.” Terangnya.

Fatma mengingatkan agar para ibu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga. “Ibu-ibu hebat. Dari dapur bisa jadi ladang pahala dan rezeki. Didik anak, kelola keuangan, dan jangan pernah putus asa.” Tambahnya.

Ketua MT Baitut Taqwa, Umi Fadhilah, mengapresiasi materi tersebut. “Semoga tausiah ini membuat jemaah semakin semangat. Kita bangkit bersama, tidak bergantung, dan tidak terjerat hal yang haram.” Ucapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Diharapkan 25 jemaah MT Baitut Taqwa Desa Luwung dapat bangkit, berikhtiar seperti burung, dan menjemput rezeki halal dengan hati yang bersyukur.

(n/azd)