“Stop Judi Online, Jangan Jual Masa Depan Anak” Penyuluh Agama Islam Kua Rakit, Fatma Kurnianingsih Ingatkan 37 Anggota PKH Pingit

Banjarnegara (Humas) – Judi online terlihat seperti jalan pintas menuju kaya. Tapi kenyataannya itu jalan berliku yang ujungnya hanya menyisakan utang, air mata, dan penyesalan.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama KUA Rakit, Fatma Kurnianingsih, dalam kegiatan penyuluhan di PKH Kelompok 5B Desa Pingit yang didampingi Lukitasari Winastuti pada Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang digelar di rumah Desi Wahyuningsih ini dihadiri 37 anggota ibu-ibu penerima manfaat kali ini Fatma mengangkat tema “Hindari Jalan Berliku yang Berujung Pilu, Judi Online”, Fatma mengajak peserta untuk melindungi keluarga dari jerat judi online yang semakin marak.”Allah melarang keras judi dalam QS. Al-Maidah ayat 90. Karena di dalamnya ada kemudharatan. Judi online sama, bahkan lebih berbahaya. Aksesnya mudah, 24 jam, dan bikin candu,” tegas Fatma.

Ia menjelaskan 3 dampak buruk judi online. Pertama, merusak ekonomi keluarga. “Bantuan PKH yang seharusnya untuk anak sekolah, kesehatan, dan kebutuhan pokok, habis untuk deposit. Ujungnya anak terlantar dan keluarga berantang.” Ungkapnya.

Kedua, merusak mental dan agama. “Orang yang main judi hatinya gelisah, mudah berbohong, dan jauh dari Allah. Sholat ditinggal, zikir lupa, karena pikirannya hanya menang atau kalah.” Terangnya.

Ketiga, menjerumuskan pada dosa lain. “Dari judi lahir utang, mencuri, bahkan jual barang rumah. Itu jalan berliku yang berujung pilu.”Fatma lalu mengajak peserta memilih jalan lurus. “Kalau ingin tambah rezeki, ikhtiar yang halal. Jualan, menanam, atau usaha kecil dari rumah. Bantuan PKH gunakan tepat sasaran. Syukuri, kelola, dan kembangkan.” Tegasnya.

Ia juga berpesan agar para ibu mengawasi anak dan suami. “Cek HP keluarga. Ajak ngobrol. Isi waktu dengan kegiatan positif seperti majelis taklim dan arisan produktif.” Tambahnya.

Pendamping PKH, Lukitasari Winastuti, mendukung penuh. “Kami berharap ibu-ibu jadi garda terdepan. Lindungi keluarga dari judi online. Ingat, rezeki yang berkah itu yang halal.” Ucapannya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Diharapkan 37 anggota PKH Kelompok 5B Desa Pingit dapat menjauhi judi online dan memilih jalan yang diridhai Allah, sehingga bantuan menjadi berkah dan keluarga semakin sejahtera. 

(n/azd)