Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Sarwono, mengajak jemaah Majelis Taklim Al Mutakin Persaudaraan Haji dan Umroh Kalisatkidul dan Sikumpul untuk memahami syarat diterimanya doa. Materi tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan agama yang berlangsung pada Ahad (13/9).
Dalam penyuluhan tersebut, Sarwono mengingatkan jemaah bahwa doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim dalam memohon pertolongan dan kebaikan kepada Allah. Karena itu, berdoa tidak seharusnya hanya dilakukan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Sarwono, seorang Muslim perlu memperhatikan sikap dan keadaan dirinya ketika berdoa. Doa hendaknya disertai keyakinan kepada Allah, dilakukan dengan kesungguhan hati, serta dibarengi dengan usaha untuk menjalankan kebaikan dan meninggalkan hal-hal yang tidak dibenarkan dalam agama.
“Jangan pernah merasa lelah untuk berdoa. Bisa jadi apa yang kita minta belum diberikan karena Allah memiliki waktu dan cara terbaik. Tugas kita adalah terus berdoa, berusaha, dan memperbaiki diri,” ungkap Sarwono.
Jemaah juga diajak untuk tidak mengukur terkabulnya doa hanya dari cepat atau lambatnya sebuah permintaan terwujud. Setiap doa memiliki nilai di hadapan Allah. Karena itu, seorang Muslim perlu menjaga kesabaran dan tetap berprasangka baik ketika apa yang diharapkan belum kunjung datang.
Penyuluhan berlangsung dalam suasana yang komunikatif. Materi tentang doa menjadi pengingat bagi jemaah bahwa hubungan dengan Allah perlu terus dirawat, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Melalui kegiatan tersebut, Sarwono berharap jemaah semakin memahami bahwa doa perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar, kesabaran, dan perbaikan diri. Dengan demikian, doa tidak hanya menjadi permohonan saat membutuhkan sesuatu, tetapi juga menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
(WHA/azd)







