Banjarnegara – Senin pagi kembali menjadi momentum bagi keluarga besar MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) untuk mengawali aktivitas pembelajaran dengan semangat, kedisiplinan, dan motivasi. Melalui pelaksanaan upacara bendera rutin hari Senin, seluruh peserta didik dan guru kembali meneguhkan komitmen untuk terus belajar, berusaha, dan mengembangkan potensi diri.(14/9)
Pada kesempatan kali ini, kelas 5D mendapat amanah sebagai petugas upacara. Dengan penuh tanggung jawab, para siswa menjalankan tugasnya dalam rangkaian upacara yang berlangsung dengan tertib dan khidmat. Sementara itu, Eka bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat yang sarat motivasi, khususnya bagi para atlet PORSENI MIFABARA.
Dalam amanatnya, Eka memberikan dorongan semangat kepada para siswa yang telah terpilih menjadi peserta lomba PORSENI untuk mewakili madrasah. Ia mengingatkan bahwa kesempatan bertanding merupakan amanah yang perlu dijalani dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah.
“Anak-anak yang terpilih menjadi atlet PORSENI, teruslah berlatih dengan sungguh-sungguh. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Prestasi tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui proses latihan, kedisiplinan, dan usaha yang terus dilakukan,” pesan Eka dalam amanatnya.
Motivasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada para atlet yang akan berlaga. Eka juga memberikan penguatan kepada seluruh peserta didik yang belum terpilih menjadi wakil MIFABARA dalam perlombaan PORSENI.
Ia mengajak para siswa untuk tidak merasa berkecil hati atau menganggap diri kurang berprestasi hanya karena belum mendapatkan kesempatan bertanding. Setiap anak memiliki potensi, bakat, dan kesempatan untuk berkembang melalui berbagai bidang.
“Bagi anak-anak yang belum terpilih mengikuti lomba, jangan berkecil hati. Bukan berarti kalian tidak bisa berprestasi. Teruslah belajar, berlatih, dan kembangkan kemampuan masing-masing. Setiap anak memiliki waktunya untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” ungkap Eka.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam pendidikan tidak hanya diukur dari siapa yang mendapatkan medali atau tampil di arena perlombaan. Lebih dari itu, keberhasilan juga lahir dari keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam berlatih, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Menguatkan pesan tersebut, Eka mengajak seluruh peserta upacara untuk berdoa bersama. Bagi MIFABARA, upacara rutin hari Senin bukan sekadar kegiatan seremonial. Upacara menjadi ruang untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat saling mendukung. (nas)







