Banjarnegara – Program kelas bilingual MIFABARA terus menghadirkan berbagai kegiatan untuk mempersiapkan murid agar semakin percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran. Salah satunya melalui kegiatan “Briefing for Pre-Test Preparation” yang diikuti peserta didik kelas 1 dan 2 bilingual di ruang belajar.(22/9)
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan sebelum murid mengikuti pre-test, sekaligus memberikan pemahaman awal mengenai teknis pelaksanaan dan hal-hal yang perlu dipersiapkan. Dengan pendekatan komunikatif dan sesuai karakteristik usia siswa, briefing berlangsung dalam suasana santai, interaktif, dan menyenangkan.
murid mendapatkan arahan mengenai teknis pelaksanaan pre-test, kesiapan belajar, serta pentingnya menyimak instruksi dengan baik. Bagi siswa kelas 1 dan 2, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun keberanian dan mengurangi rasa cemas ketika menghadapi evaluasi pembelajaran.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, menyampaikan bahwa persiapan yang baik menjadi bagian penting dalam mendampingi murid mengikuti setiap tahapan pembelajaran.
“Kami ingin anak-anak mengikuti pre-test dengan tenang dan percaya diri. Yang terpenting bukan hanya hasil tesnya, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berani menghadapi setiap tantangan. Program bilingual ini kami harapkan dapat menjadi ruang bagi mereka untuk berkembang sesuai potensinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Miss Nila, salah satu guru bilingual MIFABARA, menjelaskan bahwa briefing diberikan agar peserta didik memahami apa yang akan mereka hadapi sehingga lebih siap ketika pre-test berlangsung.
“Kami memberikan briefing sederhana agar anak-anak tahu apa yang harus dilakukan saat pre-test. Untuk kelas 1 dan 2, pendekatannya tentu dibuat ringan dan menyenangkan. Kami ingin mereka merasa bahwa tes adalah bagian dari belajar, bukan sesuatu yang menakutkan,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Miss Nihri menyampaikan bahwa kegiatan persiapan juga diarahkan untuk membangun kemandirian dan kepercayaan diri peserta didik sejak dini.
“Kami ingin anak-anak terbiasa mendengarkan instruksi, berani mencoba, dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Jadi sebelum pre-test, kami tidak hanya mempersiapkan materi, tetapi juga mempersiapkan mental dan sikap belajar mereka,” jelasnya.
Melalui Briefing for Pre-Test Preparation, MIFABARA berupaya menanamkan bahwa evaluasi merupakan bagian dari proses belajar. Pre-test menjadi salah satu cara untuk melihat kesiapan dan kemampuan murid sehingga pembelajaran selanjutnya dapat diberikan secara lebih tepat.(nas)







